Breaking News

Penyaluran Bantuan Bibit Jagung dari PBNU untuk Petani di Dompu kok harus Bayar Rp200 Ribu?

Bantuan Jagung dari PBNU Pusat yang akan Dibagikan kepada Petani di Dompu.


Dompu, Berita11.com— Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui organisasi masyarakat, Pegurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) pusat menyalurkan bantuan bibit jagung hibrida yang berlabel Bisi 228 dengan kemasan 20 kilogram per dus secara gratis kepada sejumlah petani Kabupaten Dompu.

Pendistribusian khusus di Kabupaten Dompu, disalurkan melalui Koperasi Duta Tani Sejahtera (KDTS) dengan persyaratan para petani harus mengumpulkan uang senilai Rp200 ribu per orang setiap kelompok sebagai persyaratan menjadi anggota koperasi tersebut.

“Iya benar, kita terdaftar dalam kelompok tani dulu kemudian tiap-tiap anggota dikumpulkan dana Rp200 ribu per orang. Infonya untuk simpanan pokok dan simpanan wajib,” kata salah satu petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tanjung Pasir Desa Calabai Kecamatan Pekat, Arifin Umar saat dihubungi Berita11.com melalui sambungan Ponsel, Jumat (9/11/2018).

Menurut Arifin, khusus Desa Calabai banyak kelompok yang terdaftar di koperasi tersebut. setidaknya, terdapat sembilan kelompok yang di dalamnya terdiri dari 15-30 anggota.

"Dalam satu kelompok anggotanya ada yang 15, ada yang 20 sampai 30 orang dengan uang Rp200 ribu per orang hanya dapat bibit 15 kilogram per hektar,” jelasnya.
Sementara, Ketua KDTS, Ikhawan Damhuji, saat didatangi Berita11.com di kantor koperasi tersebut di Lingkungan Lima, Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, tidak berada di tempat.

“Maaf kawan, tadi habis Jumatan dari Bima, saya masih di Jakarta ni, hari Minggu baru balik Dompu,” jelasnya saat diklarifikasi melalui sambungan WhatsApp.

Secara terpisah, Pembina Kelompok kerja (Pokja) jagung Provinsi NTB yang juga pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Jakarta, Akhdiansyah, S.HI saat dihubungi Berita11.com  mengatakan, penarikan uang tersebut hanya Rp100 ribu saja perorang saat pertemuan lima bulan yang lalu.

“Biaya per orang hanya Rp100 ribu saja, untuk registrasi online kelompok binaan Ansor dan juga pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk pendataan kelompok binaan Ansor agar kedepan klasifikasi data petani bisa di bawah naungan Ansor dan tidak lagi melakukan pendaftaran ketika GP Ansor mengajukan bantuan selanjutnya,” jelasnya.

Menurut pria pemilik akun facebook Guru To'i ini, biaya tersebut sudah disepakati dari awal oleh Pokja  dan seluruh kelompok tani CPCL di Kabupaten Dompu.

“Yang benar, akumulasi per kelompok Rp 2 juta, kalau asumsinya satu kelompok ada 20 orang anggota, berarti 100 x 20 orang,” tandasnya.

Dikatakannya, kalau ada yang menarik lebih dari Rp100 ribu per orang, dia kembali menegaskan, pihaknya akan menyampaikan dalam rapat pengawasan Pokja Provinsi NTB dan pada rapat pusat.

“Sekali lagi, bukan pungutan untuk pembayaran bibit, tapi resmi untuk administrasi registrasi online dan (KTA) Nisassi dan biaya administrasinya hanya Rp100 ribu saja per orang jika lebih, saya akan sampaikan dalam rapat pengawasan,” tandasnya. [RIS]

No comments