Breaking News

Politisi PKB Kabupaten Bima Minta Pemerintah Pusat tak Bergantung Investor Asing

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Bima, M Haryadin, S.Sos. Foto Ist.


Bima, Berita11.com— Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPRD) KabupatenBima, M Haryadin, S.Sos meminta pemerintah pusat menggali berbagai potensi sumber daya sehingga tidak bergantung pada investor asing.

Hal tersebut disampaikan calon legislatif daerah pemilihan Woha, Monta dan Parado Kabupaten Bima ini menyikapi kebijakan paketekonomi jilid 16. “Saya berharap pemerintah pusat harus mampu terus meningkatkan multisumberdaya sehingga kira tidak selalu bergantung pada asing,” ujarnya, Senin (26/11/2018).

Menurut mantan pemimpin redaksi media di Bima yang mengantungi sertifikat kompetensi utama dari Dewan Pers ini, paket kebijakan yang memberikan kesempatan kepada pihak investor asing mendominasi perekonomian bangsa maka lambat laun akan membuat masyarakat Indonesia tersingkir dari gelanggang geliat berbagai bidang usaha.

“Mestinya pamerintah pusat lebih memikirkan bagaimana rakyat Indonesia bisa maju dan berkembang. Secara ekonomi, Indonesia sebenarnya negara yang sangat kaya akan hasil bumi, hutan, emas, mineral, dan lain-lain,” katanya.

Menurutnya, persoalan kondisi umum rakyat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan karena cara pengelolaan sumber daya alam yang masih salah.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia meluncurkan paket kebijakan ekonomi 16. Paket itu meliputi tiga kebijakan perluasan fasilitas libur pajak (tax holiday), relaksasi daftar negatif investasi (DNI) dan penguatan devisa hasil ekspor (DHE). Ada 54 bidang usaha yang diekluarkan dari DNI. [US]


No comments