Sendu di Kabupaten Dompu, Suami Banting Kursi Plastik, Istri Terkapar

Iklan Semua Halaman

.

Sendu di Kabupaten Dompu, Suami Banting Kursi Plastik, Istri Terkapar

Selasa, 13 November 2018
Korban Nursina saat Dirawat di Puskesmas Rasabou Kabupaten Dompu. 


Dompu, Berita11.com— Malang nian nasib Nursina, warga Dusun Ompu Toip, Desa Marada Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Bagian kelopak mata kiri bu rumah tangga 26 tahun ini terpaksa dijahit tiga kali lantaran robek paska peristiwa pertengkarannya dengan sang suami, Senin (12/11/2018) malam.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi ketika ML (31 tahun), suami Nursina membanting kursi plastik hingga serpihannya melayang dan merobek kelopak mata kiri sang korban.
Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Dompu, IPTU Sabri, SH mengatakan, peristiwa naas yang dialami korban berawal ketika pasangan suami istri (Pasturi) itu sedang duduk bersama di dalam rumah mereka. Sang istri meminta kepada suami mengerjakan sisa bangunan rumah bagian belakang yang belum selesai.

“Saat itu suaminya ML dalam keadaan sakit dan suaminya tidak bisa bekerja, tapi ibu Nursinah terus menyuruh dan mengatakan bahwa suami tidak bisa kerja, suami pemalas, suami tidak bisa apa-apa,” jelas Sabri pada Berita11.com.

Usai itu, terang Sabri, ML meminta istrinya untuk diam.  Namun sang istri tidak mau mendengarkan, malah suaranya semakin lantang, hingga akhirnya suaminya tersulut emosi dan membanting kursi plastik yang ada di lantai hingga pecah.

“Setelah suaminya banting tanpa disadari pecahan (serpihan) kursi itu melayang dan mengenai kelopak mata kiri istrinya dan mengeluarkan darah, akhirnya suaminya yang menyadari istrinya terkena pecahan kursi langsung membawa istrinya ke Puskesmaa Rasabou,” jelas Sabri.

Hingga saat ini, Nursina masih dirawat di Puskesmas Rasabou didampingi suaminya Mulyadin dan Bhabinkamtibmas Polsek setempat sudah memperbaiki hubungan Pasturi tersebut. [RIS]