Banyak Caleg Petahana bakal Dijauhi Konstituen, ini Analisa Mi6

Iklan Semua Halaman

.

Banyak Caleg Petahana bakal Dijauhi Konstituen, ini Analisa Mi6

Rabu, 26 Desember 2018
Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH. Foto Ist.


Mataram, Berita11.com— Lembaga sosial dan politik, Mi6 merilis catatan politik akhir tahun 2018.  Mi6 menilai kemenangan Zul Rohmi dalam pentas Pilgub NTB akan menjadi trigger dan spirit di kalangan Caleg pemula maupun muda untuk meraih sukses memenangi pemilihan legislatif  April 2019 mendatang.

Zul Rohmi telah menjadi icon perubahan bagi Caleg muda. Inspirasi itu yang kemudian mendorong banyak Caleg muda untuk meniru cara blusukan Zul Rohmi day by day menyapa warga.

Selain itu Mi6 memprediksi banyak Caleg petahana akan tumbang dan dijauhi konstituen karena dianggap tidak memiliki visi dan semangat perubahan seiring zaman. Dengan bertambahnya pemilih pemula milineal, Caleg muda yang bisa meraih simpati pemula akan mudah melenggang ke parlemen. 

Demikian catatan politik akhir tahun 2018 versi Mi6 yang disampaikan ke media, Rabu ( 26/12/2018).

Mi6 menilai Pilleg 2019 merupakan era kebangkitan partisipasi politik pemilih milenial dan kelas menengah yang sadar politik. Hal itu ditandai dengan intensnya keterlibatan orang orang muda dalam mengorganisir momen-momen politik di wilayahnya.

“Politik tidak dipandang sebagai hal yang menakutkan, tapi sudah menjadi bagian gaya hidup oleh kaum milenial,” ungkap Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH sembari mengatakan kemenangan Zul Rohmi salah satunya disokong oleh kepiawaian dalam mengintertain pemilih milenial.

Selain itu Mi6 melihat Caleg pemula/ muda berbagai tempat di NTB sudah berani melawan arus mainstream yakni menjelajah wilayah yang diklaim basis incumbent. Agresifitas Caleg muda dalam melakukan penetrasi basis pemilih sedemikian masiv dan teratur dengan target tidak besar per TPS.

“Kebanyakkan Caleg muda minus logistik, menjauhi politik grosiran yang sulit diverifikasi dukungan rilnya, tetapi lebih mengedepankan manuver politik day by day dengan pendekatan TPS yang lebih presisi basis dukungan pemilihnya,” ungkap Didu, panggilan akrab Direktur M16.

Menurut Didu, menyadari kelemahan dari sisi logistik, Caleg muda mengambil pilihan taktik meniru gaya blusukan Zul Rohmi yang dimodifikasi menyesuaikan dengan sikon politik setempat.

“Semangat api perubahan yang diusung Caleg muda lintas Parpol rata-rata terilhami oleh succes story  Zul Rohmi bahwa tak ada yang tidak mungkin dalam politik,” lanjut Didu.

Sementara itu, aneka terobosan politik dalam meraih persepsi votter oleh Caleg muda merupakan early warning bagi Caleg incumbent agar bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi. Caleg incumbent jika tidak merubah pendekatan politiknya dan tetap konvensional akan dijauhi konstituennya, apalagi yang jarang turun dan merawat loyalisnya.

“Pendek kata Pilleg 2019 mendatang akan banyak politisi  pemula/muda yang akan duduk di parlemen NTB  karena mampu menyakinkan rakyat dengan ide dan gagasan  perubahan yang milenial,” pungkasnya. [RD]