Breaking News

Listrik Kedap-Kedip, Warga Dompu Jengkel

Aliran Listrik Sering Padam, Sebagian Warga Kabupaten Bima Terpaksa Menggunakan Penerangan Genset. Foto US.



Dompu, Berita11.com— Lebih dari tiga bulan terakhir intensitas pemadaman listrik di wilayah Bima dan Dompu meningkat. Kondisi aliran strum yang kedap-kedip tak ayal membuat sebagian banyak warga Dompu resah. Mereka meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) menghentikan rutinitas pemadaman.

“Kecewa memang kami dengan pelayanan listrik di Dompu ini. Karena giliran bayaran tidak bisa terlambat. Masih untung dikasih tahu lebih awal, jadi masyarakat dapat mempersiapkan diri dan tidak kaget. Tapi kalau tiba-tiba seperti ini bikin kami tidak nyaman,” keluh M Saleh, warga Lingkungan Sambitangga, Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Senin (3/12/2018) malam.

Secara terpisah, warga Lingkungan Selaparang, Desa Matua, Kecamatan Woja Kabupaten Dompu yang enggan namanya disebutk menyampaikan keluhan yang sama. Pemadaman listrik yang juga terjadi ketika waktu shalat magrib kerap memantik emosi warga.

“Biasanya ada pemberitahuan, tapi kadang-kadang pemadaman secara tiba-tiba. Bahkan saat menjalankan ibadah shalat magrib dan itu terjadi sudah tiga kali dalam bulan yang sama, apalagi di wilayah Desa Baka Jaya ke timurnya sering pemadaman begitu,” ujarnya.

Dikatakannya, PLN harusnya meningkatkan pelayanan. Bukan malah meningkatkan intensitas pemadaman. Apalagi pemadaman sering terjadi saat umat muslim melaksanakan kewajiban ibadah.

“Kami minta pimpinan PLN Dompu agar terus pantau apa yang menjadi kekurangan. Kita tak ingin keresahan semakin bergejolak nantinya. Karena kalau tiba-tiba padam gini banyak yang dirugikan,”  ujarnya.

Sebelumnya, Kepala PLN NTB Area Bima, Dony N Gustiarsyah yang juga menaungi PLN Dompu, menjelaskan, bahwa intensitas pemadaman terjadi karena kerusakan mesin pembangkit PLTD milik PLN setempat.

Saat ini pihak PLN NTB Area Bima sedang berupaya menghadirkan mesin pembangkit baru untuk melayani pasokan kebutuhan listri di Bima dan Dompu. [RIS]

No comments