Pertandingan Drum Battle Diwarnai Kericuhan, Juri Dinilai tidak Sportif

Iklan Semua Halaman

.

Pertandingan Drum Battle Diwarnai Kericuhan, Juri Dinilai tidak Sportif

Sabtu, 22 Desember 2018
Suasana Usai Kericuhan di Loakasi Drum Battle di Mataram.

Mataram, Berita11.com—Drum Bettel tingkat Provinsi NTB yang diselenggarakan KKM UNRAM momentum memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 tahun Provinsi NTB, di Gedung Olah Raga (GOR) Patuh Patuh Patju  Lombok Barat  diwarnai kericuhan, Sabtu (22/12/2018) sore.

Ratusan suporter yang berasal dari Kabupaten Dompu mengamuk dan melepar botol-botol bekas minuman ke arah panitia. Mereka merasa tidak terima dengan keputusan juri yang menurut mereka penilaiannya tidak sportif. Nyaris terjadi bentrokan fisik antara panitia dengan para suporter. Namun beruntung sejumlah aparat kepolisian cepat turun melakukan pengamanan.

Pantauan Berita11.com di lokasi kejadian, para suporter tampak melakukan protes. Hal itu bentuk dari kekecewaan mereka atas keputusan juri yang telah memenangkan MI-NW Pringkajurang Lombok Timur  sebagai juara pertama pada kompetisi final dengan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Kabupaten Dompu.

“Penonton bisa melihat ketidakadilan ini, kami menilai juri berpihak ke sekolah itu (SD MI-NW, red), menurut saya yang menjadi juara itu adalah SDN 20 Dompu,” ujar salah satu suporter Abran, 45 tahun, pria asal Kabupaten Dompu.

Di lokasi yang sama, salah satu suporter Heriansyah asal Kabupaten Dompu terlihat sedang mengamuk dalam gedung perlombaan. Ia mengaku, saat perlombaan melihat peserta dari MI-NW beberapa kali melewati garis batas.

“Di sini ada kecurangan dalam penilaian, saat perlombaan peserta dari sekolah SD MI-NW itu sering melewati garis batas, apa itu tidak dinamakan diskualifikasi,” kata Heri dengan nada kesal.

Menurut Heri, kekecewaan dialami para suporter lebih-lebih sekolah tersebut hingga peserta lomba terlihat menangis dan sedih. Peristiwa ini bukan pertama kali dialami SD 20 Dompu akan tetapi ini merupakan kedua kalinya.

“Sudah dua kali dengan ini SDN 20 dikecewakan, kalau memang begini caranya lebih baik nggak usah diadakan kegiatan seperti ini,” katanya.

Sementara, Ketua panitia penyelenggara Adnan saat ditemui Berita11.com di tempat kejadian enggan memberikan pernyataan karena yang menentukan keputusan juara adalah dewan juri.

“Mohon maaf pak, saya belum bisa memberikan komentar karena yang menilai bukan saya tapi juri," ujarnya. [RIS]