Polisi Amankan Dua Senpi Rakitan dan Rusa dari Tangan Warga Lambu

Iklan Semua Halaman

.

Polisi Amankan Dua Senpi Rakitan dan Rusa dari Tangan Warga Lambu

Redaksi Berita11
Minggu, 30 Desember 2018
Kasat Reskrim Polres Bima Kota Didamping Petugas BKSDA Menyampaikan Penanganan Kasus Terkait Satwa Liar.

Kota Bima, Berita11.com— Aparat Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bima Kota mengangkap NR (64 tahun), sopir truk asal Desa Mangge Kecamatan Lambu Kabupaten Bima saat mengangkut satwa liar yang dilindungi jenis rusa mengggunakan pick up, Sabtu (29/12/2018) siang.

Selain  rusa dalam keadaan mati, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa dua pucuk senjata api rakitan larang panjang beserta delapan butir amunisi, pick up nomor polisi EA 9034 WZ.

Kepala Satuan Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Akmal Novian Reza, S.I.K mengatakan, selain sopir yang telah ditangkap tersebut, polisi masih memburu pelaku lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Dari hasil keterangan pelaku, membenarkan bahwa ia melakukan. Untuk lebih lanjutnya perlu kami dalami. Rencananya barang buruan ini akan dijual, namun belum bisa kami pastikan ke mana akan dijual,” kata Akmal saat konfrensi pers di Mako Polres Bima berkaitan pengungkapan kasus pengangkutan satwa liar dilindungi, Minggu (30/12/2018).
Dikatakannya, sesuai keterangan pelaku tersebut, setiap rusa yang diangkut dapat dijual antara Rp4-7 juta.  Polisi juga masih mengembangkan berkaitan kepemilikan Senpi dan amunisi yang telah diamankan.

Untuk peluru masih kami kembangkan, belum dapat kami sampaikan ke media. Dari hasil keterangan pelaku sudah lama pegang Senpi. Pelaku perannya membawa, mengangkut, menyimpan dan menguasai baik Senpi dan rusa hasil buruannya,” ujar Akmal didamping petugas Satuan Reskrim dan petugas BKSDA Wilayah Bima-Dompu.

Salah Satu Barang Bukti Satwa Liar Dilindungi yang Diamankan Polisi Bersama Pengangkut.

Atas perbuatannya tersebut, NR terancam penjara lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta sesuai yang diatur dalam pasal 40 ayat 2, junto pasal 21 ayat 2 huruf b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Republik Indonesia Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Untuk ancaman hukuman lima tahun dan denda paling banyak 100 juta rupiah.  Bukan hanya satu orang pelaku, namun ada seorang yang akan kami kembangkan,” tambah Akmal.

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari Koramil Sape, Jatanras Polres Bima Kota dan Polsek Sape menggerebek aktivitas bongkar muat hewan hasil buruan berupa satwa liar dilindungi jenis rusa. Empat ekor rusa yang diamankan diduga hasil buruan ilegal dari Pulau Komodo Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur. [AD]