Tembak Satwa Dilindungi, Warga Lambitu Diamankan

Iklan Semua Halaman

.

Tembak Satwa Dilindungi, Warga Lambitu Diamankan

Redaksi Berita11
Rabu, 19 Desember 2018
Screenshoot Foto MS Bersama Satwa Dilindungi, Elang Kuku Pendek. Kolase Berita11.com.


Kota Bima, Berita11.com— Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor Bima Kota mengamankan MS, pria 26 tahun asal Desa Teta Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima karena menembak satwa liar yang dilindungi jenis elang kuku, Selasa (18/12/2018) malam.

Selain MS, aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senapan angin jenis laras panjang, telepon pintar merek Samsung dan screenshoot foto MS saat membawa Satwa hasil buruan elang kuku pendek di lokasi perburuan yang diunggah ke sosial media facebook.

Informasi tersebut dibenarkan, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bima Kota, IPTU Akmal Novian Reza, S.I.K.

Baca Juga:

Setelah memperoleh informasi adanya perburuan terhadap satwa yang dilindungi di wilayah hukum Polres Bima Kota tepatnya di Desa Teta Kecamatan Lambitu, aparat Satuan Reskrim Polres Kota langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan langsung mengamankan pelaku serta alat yang digunakan untuk perburuan.

Seperti diketahui, terdapat sejumlah satwa dan tumbuhan yang dilindungi sesuai yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Berdasarkan Undang-Undang tersebut serta laporan berkaitan aksi perburuan dan surat perintah penyelidikan,  penyidik Satuan Reskrim Polres Bima Kota melaksanakan koordinasi dengan kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Bima-Dompu, Bambang Dwiharto, SH.

Pihak BKSDA Wilayah Bima-Dompu memastikan bahwa burung elang kuku pendek termasuk satwa yang dilindungi. Populasi satwa tersebut menurun sehingga masuk dalam kategori satwa yang dilindungi.

Sesuai hasil koordinasi aparat kepolisian dengan kepala BKSDA Wilayah Bima dan Dompu tersebut, jika terduga (pemburu) tidak mengetahui jika jenis satwa yang dilindungi maka akan dilakukan pembinaan  tidak mengulangi perbuatanya dan satwa diambil petugas dan jika kondisi hidup dilepas liarkan ke habitatnya. Namun, jika satwa yang dilindungi ditemukan dalam kondisi sakit atau mati, maka konsekuensinya dilakukan penegakan hukum.  

Selain itu, opsi lain dari hasil koordinasi tersebut, jika sudah oleh terduga maka akan dilaksanakan proses pembinaan. Namun apabila diketemukan dijual maka kembali diberlakukan penegakkan hukum.

Pasca kasus tersebut, aparat Satuan Reskrim Polres Bima Kota dan petugas BKSDA Wilayah Bima dan Dompu mendatangi lokasi perburuan.

Hasil pemeriksaan terhadap MS mengakui jika pada Minggu (16/1/22018) melakukan perburuan terhadap burung elang menggunakan senapan angin di sebuah gunung di Desa Teta Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima.

MS mengaku sebelumnya tidak mengetahui jika burung yang dia tembak termasuk satwa yang dilindungi. Setelah berhasil menembak burung elang hingga terjatuh dan kesulitan terbang, MS sempat foto bersama dengan satwa tersebut dengan meminta bantuan rekannya HR, kemudian menguploadnya ke halaman sosial media facebook.

Usai mengupload foto itu, MS kemudian meninggalkan burung elang di gunung yang saat itu dalam keadaan hidup dan berupaya untuk terbang dan berlari.

Seperti diketahui sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengajak masyarakat agar memerangi perdagangan satwa dilindungi melalui aplikasi e-pelaporan satwa dilindungi.

Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati dari satwa endemik tertinggi di dunia. Hal itu yang menjadikan Indonesia sebagai sumber dan tempat tujuan perdagangan satwa liar.

WWF-Indonesia menemukan fakta bahwa 85 persen satwa liar yang diperdagangkan berasal dari alam dan hasil perburuan liar. [AN]