Aktivis Minta Pembangunan Taman Panda Dihentikan Sementara

Iklan Semua Halaman

.

Aktivis Minta Pembangunan Taman Panda Dihentikan Sementara

Kamis, 24 Januari 2019
Aktivis Poros Pemuda Nusantra, Arif alias Jepeng. Foto Ist.


Bima, Berita11.com— Aktivis Poros Pemuda Nusantara, Arif alias Jepeng meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Bima menghentikan sementara aktivitas pembangunan Taman Panda Kecamatan Palibelo hingga pemerintah daerah memberikan ganti rugi atas lahan warga di lokasi pembangunan tersebut.

“Kami minta agar segala aktivitas pembangunan di sana dihentikan dulu hingga ada kejelasan ganti rugi. Pemilik tahan juga tidak tahu sama sekali tanah miliknya dipakai oleh Pemerintah Kabupaten Bima,” kata kata Jepeng di Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Senin (21/1/2019) lalu.

Jepeng mengisyaratkan akan melakukan aksi protes bersama kawan-kawannya jika Pemerintah Kabupaten Bima tak kunjung memberikan ganti rugi atas penggunaan lahan milik warga di lokasi pembangunan. Bahkan akan melakukan aksi blokade jalan raya.

Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah pemuda yang merupakan kelompok aktivis melakukan aksi protes terhadap penggunaan lahan milik warga sebagai lokasi pembangunan Taman Panda oleh Dinas Perkim.

Lahan pembangunan Taman Panda disebut milik pengusaha dan kontraktor di Bima, Herman Efendi yang memiliki sertifikat tanah atas lokasi itu.

Pada sisi lain, sudah ada upaya pemerintah menyiapkan ganti rugi atas lahan tersebut. Namun belakangan pejabat Dinas Perkim Kabupaten Bima menyatakan bahwa lahan yang diklaim oleh warga dan sejumlah aktivis itu merupakan sepadan pantai.

Adapun pembangunan Taman Panda Kecamatan Palibelo di sekitar ruas jalan kembar Desa Panda Kecamatan Palibelo adalah upaya pemerintah daerah menata kawasan tersebut dalam rangka mendongkrak pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar. Apalagi kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai lokasi kegiatan rutin hari tanpa kendaraan bermotor (car free day) yang rutin ditutup untuk kendaraan bermotor setiap akhir pekan. [AD]