Bappeda Kabupaten Bima Tatar 23 Utusan Kecamatan Mengenai Penyunan RPTK

Iklan Semua Halaman

.

Bappeda Kabupaten Bima Tatar 23 Utusan Kecamatan Mengenai Penyunan RPTK

Redaksi Berita11
Kamis, 31 Januari 2019
Suasana Workshop Penyusunan RPTK yang Digelar Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima. 

Bima, Berita11.com— Badan Perencana Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Bima menggelar lokakarya fasilitasi penyusunan rencana pembangunan tahunan kecamatan (RPTK). Kegiatan diikuti 23 utusan kecamatan di aula Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, Kamis (31/1/2019).

Sekretaris Bappeda H Fahruddin, S.Sos, MAP mengatakan kecamatan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah  memiliki peran strategis dalam menjaring dan mengoordinasikan aspirasi yang berasal dari tingkat desa untuk ditindaklanjuti pada tingkat yang lebih tinggi.

Fahruddin menjelaskan   workshop adalah persiapan implementasi penuh pelimpahan sebagaian wewenang Pemda kepada kecamatan dan implentasi kecamatan sebagai OPD tersendiri.

“Diharapkan mulai tahun depan kecamatan sudah mampu melakukan Tupoksinya secara meyeluruh sebagai Organisasi Perangkat Daerah,” kata Fahruddin seperti dikutip Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Desiminasi Informasi, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bima, Suryadin, SS, M.Si.

Kabid Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Bima, Raani Wahyuni, ST,MT, MSc menjelaskan, workshop merupakan upaya meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah kecamatan  sehingga diharapkan memahami alur perencanaan dan penganggaran secara komprehensif dalam Musrenbang kecamatan Februari 2019 mendatang.

Materi workshop  mencakup pandangan tentang tugas dan kewenangan kecamatan, penyusunan rencana kerja (Renja), Indikator Kinerja Utama (IKU) dan penyusunan program kegiatan serta sumber penganggaran sesuai dengan Tupoksi pemerintah kecamatan.

“Melalui workshop ini juga kita mengharapkan kecamatan mampu menjadi OPD yang andal melakukan koordinasi, komunikasi dan kerjasama dengan desa-desa di wilayahnya terutama menjelang Musrenbang,” ujar Yuni. [AN]