Buntut Kelangkaan Pupuk, Warga Kempo Blokade Jalan

Iklan Semua Halaman

.

Buntut Kelangkaan Pupuk, Warga Kempo Blokade Jalan

Rabu, 09 Januari 2019
Aksi Blokade Jalan Lintas Calabai yang Dilakukan Warga So Gajah dan Tolokalo Kecamatan Kempo. 


Dompu, Berita11.com— Warga dua desa di Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu yakni Desa So Gajah dan Desa Tolokalo memblokade jalan di kecamatan setempat sebagai bentuk protes atas kelangkaan pupuk, Sabt (5/12/2019) lalu.

Aksi boikot jalan Lintas Kempo-Calabai tersebut dipicu jatah pupuk bersubsidi di dua desa tersebut diduga dijarah oleh warga desa lain yakni warga Desa Tekasire dan Desa Soriutu Kecamatan Manggelewa.

Penjarahan pupuk bersubsidi dilakukan warga dua desa tersebut diketahui bukan kali pertamannya melainkan sudah  sering sehingga yang menjadi korban bukan di dua desa itu saja, termasuk desa-desa lain yang berada di Kecamatan Manggelewa dan Kempo.

Kepala Desa Tolokalo Ihlas,  membenarkan adanya kejadian itu dan aksi blokade jalan sore sekira pukul 16.30 Wita.

“Benar, warga melakukan aksi tutup jalan dengan menggunakan kayu dan batu, itu adalah salah satu bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah dan pihak distributor Kempo,” kata  Ihlas.

Sementara itu, Sekretaris Camat Kempo, Syafruddin yang menemui warga mengaku akan berkoordinasi dengan berbagai pihak.

"Setelah saya mengetahui tuntutan warga, saat itu juga saya koordinasi dengan Kapolsek Kempo IPTU Yuliansyah, Danramil Lettu M Kasim beserta Kepala Desa Tolokalo Ihlas melakukan koordinasi dan langsung telepon pihak distributor pupuk, Simbolon. Mereka mengaku bersedia untuk menggantikan pupuk di dua desa tersebut sebanyak 10 ton pada hari Senin,” ujarnya.

Saat pendistribusian mulai dari gudang hingga pengecer, lanjut Syafruddin, pihaknya meminta agar dilakukan pengawalan ketat yang melibatkan anggota TNI-POLRI.

“Setelah dilakukan koordinasi, anggota Polsek Kempo dan Danramil langsung  menyampaikan kepada warga dan warga menerima apa yang menjadi kesepakatan itu kemudian warga langsung membuka kembali jalan yang diboikot,” tuturnya. [RIS]