DLH Kabupaten Bima Tuntaskan Kegiatan Proklim di Lambu

Iklan Semua Halaman

.

DLH Kabupaten Bima Tuntaskan Kegiatan Proklim di Lambu

Senin, 21 Januari 2019
Kegiatan Dinas Lingkungan Hidup dan Komunitas Jao Menuntaskan Proklim di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima.


Bima, Berita11.com— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima berkolaborasi dengan Komunitas Jao,  Pemerintah  Kecamatan Lambu,  TNI-Polri  dan sejumlah elemen lainnya,  menuntaskan Program Kampung Iklim (Proklim) di Desa Lanta Barat  Kecamatan Lambu, Sabtu (19/1/2019).

Kepala Bidang Penataan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima, Zainal Arifin ST MT  mengatakan, Proklim merupakan kegiatan tahun anggaran 2018 yang direalisasikan pada musim penghujan 2019.   

“Meskipun dengan dana yang terbatas, DLH menerapkan pola kolaborasi dengan Komunitas JAO Bima, Pemerintah desa dan pelibatan peran aktif masyarakat,” kata Zainal seperti dikutip Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Desiminasi Informasi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bima, Suryadin SS, M.Si.

Proklim yang difokuskan pada  tiga kecamatan ini kata Zainal menitik beratkan pada beberapa aspek, antara lain penghijauan untuk memperbaiki iklim mikro dengan pola tematik yaitu pohon yang ditanam sesuai potensi lokasi dan iklim,  baik pohon buah, kehutanan, pohon endemik dll.

Pada aspek kebersihan dan penanganan persampahan, pihaknya memberikan bantuan tong sampah dan menggalakkan kebersihan lingkungan.

Sementara, pada aspek penataan kampung dilakukan pengecatan,  perbaikan pagar dan 
pintu gerbang,  serta mitigasi bencana dan perlindungan sumber daya alam seperti mata air, pohon lokal dan lain sebagainya.

Sasaran program ini tiga desa dengan fokus yang berbeda.  “Desa Kuta-Parado difokuskan pada  pengembangan buah dan penataan kampung,  Desa Sambori-Lambitu, fokus pada penghijauan dan tata lingkungan sekitar Lengge,” jelasnya.

Fokus lainnya kata Zainal adalah desa Lanta Barat Kecamatan Lambu pada pengembangan pohon Lontar sebagai penghasil Oi Ta'a/Oi Tua dan pelestarian mata air.
Dirinya berharap beragam kegiatan tersebut akan dapat mewujudkan lingkungan kampung yang tanggap terhadap perubahan iklim dan potensi dampak bencana.[AN]