Dorong Semangat NKRI, HMS Kembali Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Iklan Semua Halaman

.

Dorong Semangat NKRI, HMS Kembali Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Kamis, 17 Januari 2019
Anggota DPR RI, H Muhammad Syafruddin ST MM Menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Bima, Berita11.com— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan Provinsi NTB, H. Muhammad Syafrudin, ST MM, kembali hadir di tengah-tengah masyarakat mendorong semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Sosialisasi  diikuti camat, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda ratusan orang. Kegiatan  berlangsung di Aula Desa Rasabou, Kacamatan Tambora, Kabupaten Bima, Selasa (15/1/2019) siang.

Dalam penyampaianya, Syafrudin menjelaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) merupakan kegiatan inti dari MPR RI.

Menurut Syafrudin, Negara Indonesia harus tetap berdiri kokoh dan tidak boleh bergeser sedikitpun. Negara Indonesia juga terdiri dari beragam suku, agama, bahasa dan kebudayaan yang terbentang luas dari Sabang hingga Merauke. Maka, diwajibkan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dari sabang sampai merauke, beribu-ribu pulau, berbeda-beda bahasa, siapapun orangnya kita harus taat terhadap Indonesia dan kita punya kewajiban bahwa Indonesia tidak boleh bergeser satu centi pun,” imbuhnya.

Syafrudin memaparkan bahwa pentingnya memberikan pencerahan kepada seluruh warga Indonesia tentang Pancasila dan UUD 1945 sebagai pondasi nasionalisme dan juga sebagai karakter kita selaku bangsa yang besar. Semua tatanan berbangsa dan bernegara wajib melihat Pancasila sebagai guide.

“Sila pertama, tentang keagamaan, sila kedua kemanusiaan, sila ketiga persatuan Indonesia, sila keempat kebijaksanaan dan sila kelima tentang keadilan. Dalam Pancasila ada Undang-Undang yang mengatur, mulai dari peralihan, perubahan sampai menjadi Undang-Undang tapi pada intinya Pancasila dan UUD semuanya mengatur berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Demi menjaga keutuhan persatuan berbangsa dan bernegara, Syafrudin mengajak warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh dinamika politik yang menjadikan NKRI terpecah belah.

“Yang terpenting jangan lupa Indonesia, meskipun kita melihat dinamika politik di televisi maupun membaca di media manapun itu hal yang biasa, yang penting kita tetap bersatu menjaga keutuhan Indonesia," tandasnya. [RIS]