Janji Cabut Ijin Pengecer Nakal, Indra Jaya: Kalau Protes Pupuk jangan Pukul Kantor!

Iklan Semua Halaman

.

Janji Cabut Ijin Pengecer Nakal, Indra Jaya: Kalau Protes Pupuk jangan Pukul Kantor!

Redaksi Berita11
Rabu, 23 Januari 2019
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Ir Indra Jaya. Foto Ahmad Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Ir Indra Jaya mengisyaratkan tak segan mencabut ijin pengecer pupuk nakal yang melanggar ketentuan pemerintah termasuk berkaitan urusan Harga Eceran Tertinggi atau menimbun pupuk.

Ia mengingatkan masyarakat petani agar tidak semena-mena melakukan aksi protes terhadap pemerintah. Apalagi sampai merusak kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan.

“Saya minta juga pada masyarakat agar tidak langsung main pukul-pukul kantor (Dispertabun). Kalau ini dirusakin, gimana cara kami melayani masyarakat yang ingin membutukan pelayanan kami?” katanya kepada Berita11.com di Dispertabun, Rabu (23/1/2019).

Berkaitan harga pupuk yang melambut di atas HET, mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bima ini menegaskan bahwa masalah itu bukan kewenangannya. Karena pengaturan harga berada pada jalur Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

“Semua ada Poksi masing-masing, kalau kelangkahan pupuk itu urusan saya. Tapi sejauh ini pupuk ada di gudang,” katanya.

Indra Jaya menantang masyarakat agar melaporkan kepada Dispertabun jika ada pengecer nakal yang sengaja menimbun pupuk yang dibutuhkan petani. Jika terdapat hal itu maka pihaknya tidak segan mencabut ijin pengecer.

Penanganan distribusi pupuk juga dilsakanan lintas instansi yang tergabung dalam Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang terdiri dari camat, pihak Polsek, Koramil, Babinsa, UPT Dinas Pertanian dan BPPP. [AD]