Jurnalis Indonesia Punya Kesempatan Raih Penghargaan Elizabeth O’Neill 2019

Iklan Semua Halaman

.

Jurnalis Indonesia Punya Kesempatan Raih Penghargaan Elizabeth O’Neill 2019

Redaksi Berita11
Senin, 28 Januari 2019

Ilustrasi.

Jakarta, Berita11.com— Pemerintah Australia membuka penghargaan jurnalisme Elizabeth O’Neill 2019. Pengumuman tersebut disampaikan disampaikan pihak Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Penghargaan tersebut terbuka untuk jurnalis berprestasi dari media cetak, radio, televisi, dan media online di Indonesia dan Australia.

Dengan gembira saya umumkan penerimaan aplikasi telah dibuka untuk Elizabeth O'Neill Journalism Award 2019. Penghargaan ini terbuka untuk jurnalis berprestasi dari media cetak, radio, televisi, dan media online di Indonesia dan Australia,” ujar Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne dalam sebuah keterangan yang dikirim Kedutaan Besar Australia di Jakarta kepada Redaksi Berita11.com, Jumat (25/1).

Ia menjelaskan, penghargaan ini mengenang karir istimewa Elizabeth O'Neill OAM, yang meninggal di Indonesia pada 7 Maret 2007 saat menjalani tugas Pemerintah Australia, dan berdasarkan kerjanya yang tak kenal lelah untuk mendorong saling pengertian antara Australia dan Indonesia dengan mendorong peliputan media yang akurat dan penuh pemahaman.

Satu jurnalis Australia dan satu jurnalis Indonesia akan dipilih untuk mengikuti kunjungan pertukaran yang sepenuhnya didanai selama dua minggu guna meningkatkan pemahaman dan apresiasi kedua negara. Program ini akan disesuaikan dengan minat serta bidang keahlian masing-masing wartawan.

Sejak program ini dimulai pada tahun 2007, para penerima penghargaan telah melaporkan berbagai isu termasuk: politik, perdagangan dan bisnis, perubahan sosial dan pembangunan, pertanian, agama serta pendidikan.

Elizabeth O’Neill Award merupakan salah satu program unggulan Australia-Indonesia Institute. Didirikan pada tahun 1989, Australia-Indonesia Institute memperkuat hubungan antara Australia dan Indonesia dengan meningkatkan kesadaran budaya, mempromosikan kerja sama dan program pertukaran, serta meningkatkan pemahaman antara kedua negara kita.

Peserta harus warga negara Australia yang berdomisili di Australia atau warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, dan bersedia untuk melakukan perjalanan pada rentang waktu Juli-Agustus 2019.  Aplikasi ditutup pada 8 Februari 2019. [RD]