Kekurangan Pupuk di Kabupaten Bima 26.000 Ton

Iklan Semua Halaman

.

Kekurangan Pupuk di Kabupaten Bima 26.000 Ton

Redaksi Berita11
Kamis, 24 Januari 2019
Direktur CV Rahmawati, H Ibrahim. Foto JL Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Distributor pupuk di Kabupaten Bima menanggapi persoalan protes yang muncul dari petani berkaitan kelangkaan pupuk untuk kebutuhan musim tanam saat ini. Direktur CV Rahmawati, H Ibrahim menyebut kekurangan pupuk untuk seluruh petani di Kabupaten Bima hingga kini sebanyak 26.000 ton.

Dikatakannya, saat ini rencana penggunaan pupuk (RDKK) oleh setiap petani rata-rata 200 kilogram per hektar. Kuota yang disiapkan pemerintah baru 75 persen atau 150 kilogram atau 3 zak, sedangkan kebutuhan ril penggunaan pupuk oleh petani 500-600 kilogram.

“Artinya kalau 600 kilo dikurangi 150 kilo, kekurangannya ada sekitar 450 kilogram, kurang tiga kali lipat. Artinya kekurangannya 26 ribu ton kekurangan di Kabupaten Bima,” katanya.
Atas kondisi ril petani di lapangan tersebut, H Ibrahim menanyakan solusi dari pemerintah daerah, apakah menambah subsidi atau mengarahkan petani menggunakan pupuk non-subsidi.

“Ini semua camat belum paham, kekurangan 26.000 ton itu sangat besar, kalau digunakan habis. Tanggung jawab kekurangan ini apakah menggunakan subsidi dari pemerintah atau menggunakan pupuk non-subsidi,” katanya.

CV Rahmawati adalah distributor pupuk di Kabupaten Bima yang melayani sejumlah wilayah di antaranya Kecamatan Bolo, Madapangga, Soromandi, Donggo, Woha, Belo, Sape, Lambu. [JL]