Krisis Air Bersih, Warga Dompu Blokade Jalan

Iklan Semua Halaman

.

Krisis Air Bersih, Warga Dompu Blokade Jalan

Redaksi Berita11
Kamis, 24 Januari 2019
Blokade Jalan yang Dilakukan Warga Dompu Memprotes Krisis Air Bersih dari Saluran PDAM. Foto RIS.


Dompu, Berita11.com—Penyaluran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Dompu terganggu, ratusan warga sejumlah kelurahan di Kabupaten Dompu yang mengalami krisis air bersih melakukan aksi blokade jalan, Kamis (24/1/2019) siang.
Gangguan penyaluran air bersih terjadi sejak beberapa tahun lalu sehingga berdampak di sejumlah wilayah seperti Lingkungan Ginte, Polo dan Balibunga Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja Kabupaten Dompu.

Koordinator massa, Ivan mengatakan, PDAM seolah tidak mau menanggapi serius apa yang menjadi keluhan warga. padahal aksi demostrasi  bukan kali pertama dilakukan warga, namun sudah berkali-kali. Tetapi pihak PDAM hanya memberikan harapan dan janji palsu.

"Kami selaku masyarakat pengguna air bersih dari PDAM meminta jaminan kepastian akan ketersediaan sarana air bersih. Apabila jaminan kepastian tentang kelancaran air bersih tidak ada dan dialihkan ke tempat lain. Maka, saya selaku penanggung jawab aksi, tidak akan pernah sudi untuk membuka jalan ini,” teriak Ivan saat menggelar orasi.

Isyarat yang sama disampaikan Syahrul Mubarak alias  Bije. Ia mengatakan, sudah 10 tahun warga setempat merasakan  dampak macetnya penyaluran air bersih.
“Sudah beberapa kali kami melakukan demo, sudah beberapa kali kami meminta untuk merealisasikan tentang penyaluran air bersih. Tetapi pihak PDAM hanya janji-janji saja,” ujarnya.

Direktur PDAM Kabupaten Dompu Agus Supandi, SE yang mendatangi lokasi blokade jalan menanggapi tuntutan warga.

Berkaitan terganggungnya panyaluran air bersih sejak beberapa tahun, Agus menjelaskan bahwa penyaluran air bersih ke sejumlah lingkungan di Dompu terganggu karena debit air berkurang. Penyebab lainnya karena adanya penyumbatan saluran air karena adanya pasir.

“Beberapa tahun yang disebutkan sampai 10 tahun yang lalu, terjadi akibat ketidaksesuaian debit air yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan debit yang diproduksi. Saat ini hampir setiap hari pipa kami tersumbat dengan pasir,” kata dia.

Dikatakan Agus, dengan adanya kelangkaan air,  PDAM tengah menunggu anggaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu. Permasalahan perbaikan saluran air bersih juga terkendala masalah cuaca.

“Kami PDAM sambil menunggu perbaikan yang dilakukan BPBD melalui dana bencana yang sedianya dikerjakan pada tahun 2018 tetapi terkendala dengan cuaca, kontraktor tidak ada yang berani kerja, karena kita akan membuat bak di tengah sungai dengan sistim pengecoran,” ujarnya

Agus menawarkan warga  agar bersabar dan menerima penyaluran air secara bergilir. Penyaluran dilaksanakan secara bergilir berselang dua  hari . Namun penawaran itu ditolak warga. Sejumlah warga meminta PDAM memberikan kepastian solusi atas krisis air bersih yang dihadapi mereka.

Setelah kesepakatan menemui jalan buntu, Direktur PDAM Dompu dan perwakilan warga menyepakati penyaluran air bersih secara bergilir menggunakan tangki. [RIS]