M16 Dorong NU NTB Kritis Terhadap Kekuasaan

Iklan Semua Halaman

.

M16 Dorong NU NTB Kritis Terhadap Kekuasaan

Kamis, 17 Januari 2019
Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH. Foto Istimewah.


Mataram, Berita11.com  Kepemimpinan yang baru Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Nusa Tenggara Barat (NTB) paska konferensi wilayah (Konferwil) 19 Januari 2019 mendatang perlu bersikap kritis terhadap kekuasaan agar proses  pembangunan di NTB berjalan dengan baik.

NU sebagai organisasi kemasyarakatan memiliki tanggungjawab moral dan sosial dalam mengartikulasikan aspirasi kaum Nahdliyyin maupun masyarakat pada umumnya  secara terbuka dan demokratis.

Selain itu NU NTB diharapkan bisa menjadi kekuatan penyeimbang dalam melakukan advokasi terhadap  dampak kebijakan yang kurang berpihak kepada kepentingan publik.
Demikian disampaikan Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH melalui siaran pers kepada Media, Kamis ( 17/1/2019).

Selanjutnya Mi6 mengungkapkan siapapun nanti yang terpilih dalam konferensi wilayah ke-13 PW NU NTB di Bagu harus memiliki komitmen dan kepedulian yang kuat dalam membesarkan organisasi NU di NTB, termasuk berani melakukan kritik dan oto kritik terhadap pemerintahan di NTB. Sebagai organisasi keummatan yang independen/ non partisan, kiprah kepemimpinan baru PW NU NTB paska Konferwil sangat menentukan corak dan karakter gerakan NU di NTB.

“Selain terlibat dalam urusan keummatan dan kemanusiaan, PW NU NTB hendaknya mampu menjadi penyambung lidah rakyat NTB dalam memperjuangkan hak-haknya,” ungkap Bambang Mei Finarwanto yang akrab disapa Didu.

Mi6 menilai  kiprah dan keberadaan NU di NTB  selama ini telah mampu menjadi pengayom dan perekat bagi semua golongan masyarakat lewat aksi sosial kemanusiaan yang telah dilakukan selama ini.

“Aksi charity kemanusiaan  yang kerap dilakukan oleh NU NTB, hendaknya diimbangi pula  dengan aksi  advokasi dan pendampingan terhadap warga korban pembangunan,” tambah Didu. .

Kepedulian NU dalam aspek  perjuangan kemanusiaan ini penting sebagai sarana untuk mengedukasi rakyat agar tidak apatis dalam memperjuangkan hak-haknya.

“M16 yakin kepemimpinan PW NU NTB yang baru akan progresif dan bersikap kritis dalam menyikapi fenomena ketidakadilan di NTB, termasuk tidak mudah dikooptasi oleh kepentingan politik pragmatis,” pungkasnya. [RD]