Polisi Tangkap Pengedar Uang Palsu di Wawo dan Kota Bima

Iklan Semua Halaman

.

Polisi Tangkap Pengedar Uang Palsu di Wawo dan Kota Bima

Redaksi Berita11
Rabu, 23 Januari 2019
Petani Asal Kecamatan Sape Diamankan karena Diduga Mengedarkan Uang Paslu di Wawo dan Kota Bima. Foto Ist.


Kota Bima, Berita11.com— Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Wawo wilayah hukum Polres Bima Kota menangkap pria berinisial SW alias BN,  petani 23 tahun asal RT 11/06 Dusun Due Desa Parangina Kecamatan Sape Kabupaten Bima yang mengedarkan uang palsu di Kecamatan Wawo dan sejumlah kelurahan di Kota Bima, Selasa (22/1/2019) petang.

Peristiwa penangkapan sang pengedar Upal berawal dari kecurigaan Iskandar, pemilik kios di RT 01/01 Dusun Mbani Desa Pesa Kecamatan Wawo Kabupaten Bima setelah melayani seorang pria yang berbelanja di kios setempat menggunakan uang pecahan Rp100 ribu. Saat menerima uang tersebut Iskandar curiga terhadap bentuk uang dan mencocokannya dengan uang pecahan Rp100 ribu miliknya.

Baca Juga:

Setelah memastikan adanya perbedaan tekstur uang dan menyakini uang dari pembeli yang diterima merupakan Upal, Iskandar melaporkan peristiwa itu kepada Polsek Wawo.
Usai menerima laporan dari warga, Piket Regu II Polsek Wawo kemudian menuju tempat kejadian perkara. Tak lama kemudian, aparat bergerak menangkap SW alias BN, pria asal 
Desa Parangina Kecamatan Sape dan mengamankan barang bukti.

Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi dari tangan SW dan lokasi transaksinya yaitu 22 lembar pecahan Rp100 ribu  dan lima lembar pecahan Rp50 ribu yang diedarkan di Desa Pesa Kecamatan Wawo.

Peristiwa penangkapan sang pengedar uang palsu disampaikan Kapolres Bima Kota, AKBP Erwin Ardiansyah, S.I.K.

Sesuai hasil interogasi polisi terhadap SW alias BN, sejumlah lembar uang palsu yang diedarkannya diperoleh dari FR, petani 40 tahun asal Desa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Selain SW, FR juga menyuruh IB asal Desa Nae Kecamatan Sape Kabupaten Bima juga untuk menyebarkan uang palsu di wilayah Kabupaten Bima. Hasil transaksi penukaran uang palsu kemudian akan dibagi hasil masing-masing 50 persen atau setengah dengan terduga pemilik utama uang palsu.

Masih berdasarkan interogasi polisi, SW alias BN mengakui telah membelanjakan uang palsu pada enam kios di wilayah Kota Bima. Usai memperoleh keterangan tersebut, waktu petang, anggota Piket Regu II Polsek Wawo yang dipimpin Kapolsek setempat, Inspektur Satu Jufri Rama menuju enam TKP yang menjadi lokasi transaksi SW membelanjakan uang palsu yaitu di kios milik Nurti RT 08/03 Dusun Dodu 1 Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur,  kios milik Hj Sahlani, RT 03 /02 Dusun Dodu 2 Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur, kios milik Suhaba, RT 06/032 Kelurahan Rabanggodu Selatan Kecamatan Raba Kota Bima.

Dari masing-masing kios tersebut, polisi menyita dan mengamankan uang pecahan Rp100.000 yang berasal dari hasil transaksi pembelian oleh SW. Total uang palsu yang diamankan yaitu 25 lembar uang kertas palsu pecahan Rp100 ribu dan lima lembar uang kertas palsu pecahan Rp50 ribu.

Selain barang bukti tersebut, polisi juga menyita barang bukti lain berupa uang tunai Rp534 ribu, hasil penukaran terduga pelaku di sejumlah kios. Selain itu, sepeda motor nomor polisi EA 3240 XL, sebuah Ponsel, dan enam bungkus rokok.

Usai ditangkap, pukul 21.15 Wita, Selasa (22/1/2019), SW alias BN dan sejumlah barang bukti diserahkan Kapolsek Wawo IPTU Jufrin Rama kepada piket Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bima Kota.

Berdasarkan catatan Berita11.com, pada tahun 2015 lalu,  uang palsu juga pernah terdeteksi di mesin hitung dan mesin pemeriksa uang di teras BRI Wawo. Temuan uang palsu beberapakali terjadi di SPBU Desa Timu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. [AD]