Sekda Kabupaten Dompu Ingatkan PPL soal Integritas dan Empat Poin

Iklan Semua Halaman

.

Sekda Kabupaten Dompu Ingatkan PPL soal Integritas dan Empat Poin

Rabu, 16 Januari 2019
Suasana Pelantikan Pejabat Fungsional Lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu. Foto RIS.


Dompu, Berita11.com  Aparatur Sipil Negara (ASN) terikat dengan etika profesi sehingga harus mengetahui sikap yang pantas dan tidak. Untuk itu setiap aparatur harus mampu menjaga integritas.

Hal tersebut diingatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu, H. Agus Bukhari, SH.M.Si saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 22 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pejabat fungsional auditor Pegawai Negeri Sipil (PNS)  golongan II dan III lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu, di gedung PKK Kabupaten Dompu, Jumat (11/1/2019) lalu.

“Jaga dan pelihara integritas selaku Aparatur Sipil Negara, karena sudah ditugaskan di masing-masing SKPD yang harus dipahami tugas-tugas pokok dan fungsinya,” kata Agus mengingatkan ASN fungsional.

Agus mengingatkan empat poin yang harus dilaksanakan 22 PPL yang dilantik, yaitu melaksanakan  tugas pokok dan fungsi dengan baik. Selain itu memiliki kreatifitas.

“Tidak hanya pada bingkai itu saja tetapi harus punya inovasi-inovasi. Ketiga, ambil inisiatif kalau kita diharuskan untuk ikut, kalau masalah dianggap sehat kita selaku ASN harus ikut terlibat. keempat, loyalitas,” katanya.

Agus menjelaskan pengambilan sumpah jabatan  diatur dalam Pasal 20 dan Pasal 21 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 agar birokrasi pemerintahan tertata dengan baik dan rapi.

“Kenapa disumpah, karena mengacu dalam Undang-undang dasar 1945 dan sesuai aturan yang berlaku. Tata kelola pemerintahan itu harus melalui aturan yang ada, jangan sekali-kali keluar dari bingkai, jadi bingkai itu ada di dalam aturan,” ujarnya.

Agus juga mengingatkan auditor yang dilantik agar melaksanakan tugas dengan baik dan tanggung jawab.

“Mengukur persoalan itu sejauh mana tata pelaksana administrasi pemerintah itu yang seharusnya menurut aturan yang berlaku dan bagaimana kenyataan dalam praktek,” katanya. [RIS]