Selama Tahun 2018 Angka Kejahatan di Dompu Menurun

Iklan Semua Halaman

.

Selama Tahun 2018 Angka Kejahatan di Dompu Menurun

Selasa, 01 Januari 2019
Kapolres Dompu, AKBP Erwin Suwondo, S.I.K, M.I.K Memimpin Konfrensi Pers Akhir Tahun Polres Dompu. RIS.


Dompu, Berita11.com— Pada penghujung tahun 2018, Kepolisian Resor (Polres) Dompu merilis data gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama satu tahun terakhir. Jumlah angka kejahatan di Bumi Nggahi Rawi Pahu selama tahun 2018 hanya 980, menurun jika dibandingkan tahun 2017 lalu yang mencapai 1.036 kasus.

Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo, S.I.K,M.I.K, menyebutkan, sejumlah kasus yang ditangani Polres setempat di antaranya meliputi  pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pencurian dengan kekerasan (Curas), kekerasan terhadap anak di bawah umur, percobaan bunuh diri, kasus perjinahan, perkosaan dan korupsi serta kecelakaan lalu lintas.

Dikatakannya, penurunan kasus tersebut berkat kerja keras anggota Polres Dompu serta berbagai pihak seperti masyarakat yang memberikan infromasi kepada pihak kepolisian.

“Kasus-kasus tidak ada yang menonjol baik Laka Lantas maupun kegiatan lainnya, secara umum situasi Kamtibmas Polres Dompu berjalan aman, lancar meski ada beberapa kejadian yang terjadi, namun berkat kerja sama yang melibatkan berbagai pihak lebih khusus masyarakat yang cepat memberikan informasi dalam setiap ada kejadian,” ujar Erwin.

Erwin menyebut, khusus kasus Narkoba selama tahun 2018 meningkat jika dibandingkan tahun 2017 lalu. Peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten Dompu meluas di seluruh kecamatan.

“Tahun 2017 ada 17 kasus, sementara tahun ini (2018) sebanyak 31 kasus dengan 45 tersangka. BB narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil diamankan sebanyak 89 gram, sedangkan ganja sebanyak 7 kg dan sebagian BB sudah dikirim ke kejaksaan untuk tahap 2,” jelasnya.

Dikatakannya, selain penyalahgunaan Narkoba, kasus yang marak terjadi pada tahun 2018 dan hampir terjadi di seluruh kecamatan di Kabupaten Dompu yaitu aksi percobaan bunuh diri dengan motif persoalan sepele.

“Selama tahun 2018 ada 14 kasus bunuh diri, 10 orang meninggal dunia dan empat orang masih bisa diselamatkan, hampir terjadi di tiap-tiap kecamatan paling banyak di Kecamatan Hu'u dan Woja. Motifnya ada yang putus cinta, ada yang tidak sependapat dengan orang tua, ada juga yang bertengkar dengar suami;” ungkapnya. [RIS]