Breaking News

Tak Hanya Revitalisasi Fisik, Pasar Tradisional Dompu Perlu Perbaikan Pengelolaan

Pemandangan di Pasar Tradisional Kabupten Dompu yang Membutuhkan Revitalisasi. Foto Nang.


Dompu, Berita11.com—Revitalisasi pasar tradisional di komplek Pasar Bawah Dompu NTB, sebaiknya tidak fokus pada pembangunan fisik, namun memerlukan perbaikan pengelolaan. Sebab, melalui revitalisasi non-fisik, pengelolaan pasar bisa dilakukan lebih profesional dan sumber daya manusia pedagang di pasar dapat ditingkatkan.

Saran tersebut disampaikan pedagang perlengkapan pakaian saat  di komplek Pasar Bawah Dompu, Ramadhan, S.Pd.

Menurut Ramadhan, meskipun bangunan pasar tradisional di Dompu terlihat megah, namun tidak akan bertahan lama apabila manajemen pengelolaan pasar masih amburadul.

“Inti permasalahan pasar tradisional ada di managemen pengelolaan. Selama ini tata kelola pasar tradisional masih ala kadarnya saja,” ujar Ramadhan pada Berita11.com di pasar setempat, Kamis, (3/1/2019) pagi.  

Dikatakanya, revitalisasi bangunan fisik saja tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan dan perbaikan pasar. “Anggaran revitalisasi pasar yang mencapai ratusan juta itu hanya akan mubazir saja bila revitalisasi pasar masih berkiblat pada pembangunan fisik dan mengabaikan pembangunan nonfisik,” kata Ramadhan.

Selain itu, revitalisasi pasar juga harus melibatkan pedagang agar program tersebut tepat pada sasarannya. “Selama ini banyak pengajuan proposal revitalisasi pasar yang bersumber dari kehendak pemerintah daerah dan bukan dari keinginan pedagang pasar. Dengan demikian, dalam prosesnya revitalisasi kerap menemui kendala,” tandasnya.

Bagian Luar Pasar Tradisional Kabupaten Dompu. Foto Nang.

Menurut Ramadhan, keterlibatan pedagang harus dimulai dari perencanaan program, pembangunan, dan pembagian kios setelah terbangunnya pasar. Selama ini, permasalahan yang timbul dalam revitalisasi pasar justru karena tidak ada keterlibatan pedagang pasar.

“Pengawasan program revitalisasi pasar dapat dilakukan secara maksimal. Ini untuk, mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran revitalisasi yang telah diberikan oleh pemerintah pusat. Bila perlu, bisa juga dibentuk badan khusus yang bertugas mengawasi berjalannya revitalisasi pasar sehingga tidak terjadi lempar tanggung jawab,” jelasnya. [NANG]

No comments