Bagian SDA Setda Pemkab Bima Bawa “Hadiah” Surat Ancaman untuk Perusahaan Crushing Plant di Kalaki

Iklan Semua Halaman

.

Bagian SDA Setda Pemkab Bima Bawa “Hadiah” Surat Ancaman untuk Perusahaan Crushing Plant di Kalaki

Kamis, 28 Februari 2019
Ilustrasi Perusahaan Crushing Plant.

Bima, Berita11.com— Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Bima membawa “hadiah” khusus berupa surat ancaman dari Pemerintah Provinsi NTB untuk perusahaan crushing plant pengelola batuan andesite dan sejumlah material agregat yang beroperasi di sekitar Pantai Kalaki Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.

“Saya sekarang lagi di Mataram dan lagi mau pulang ke Bima. Saya bawa surat dari dinas provinsi, saya akan tegur perusahaan di Kalaki itu,” ujar Kepala Bagian SDA Setda Kabupaten Bima, Zainudin melalui sambungan Ponsel, Kamis (28/2/2019).

Dikatakannya, pihaknya hanya sebatas menfasilitasi apa yang menjadi Tupoksi OPD terkait di tingkat Provinsi NTB. karena ijin pengelolaan pertambangan telah diambil alih Pemerintah Provinsi sejak terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah 
Daerah.

“Cuma kami di SDA hanya menfasilitasi, karena penarikan itu di dinas provinsi, khususnya ijin. Kalau kaitan lingkungan hidup itu di DLH dan BKPRD di Dinas PU. Kami juga masuk tim di dalamnya,” ujar Zainudin.

Zainudin menjelaskan, ijin kegiatan perusahaan crushing plant di sekitar Taman Kalaki Palibelo sudah berakhir sejak September 2018 lalu. Bahkan permasalahan berkaitan aktivitas itu sudah dilaporkan kepada aparat Polres Bima oleh instansi terkait di tingkat Pemerintah Provinsi NTB.

Sebelumnya muncul protes masyarakat terhadap aktivitas stone crusher dari perusahaan crushing plant di sekitar Taman Kalaki Bima. [US]