BEM UMMAT Ajak Elemen Bangsa Rawat Kebhinekaan untuk Cegah Radikalisme dan Intoleransi

Iklan Semua Halaman

.

BEM UMMAT Ajak Elemen Bangsa Rawat Kebhinekaan untuk Cegah Radikalisme dan Intoleransi

Redaksi Berita11
Kamis, 28 Februari 2019
Suasana Dialog Merawat Kebhinekaan untuk Mencegah Radikalisme dan Intoleransi yang Digelar oleh BEM Universitas Muhammadiyah Mataram di Kampus Setempat, Kamis (28/2/2019).  


Mataram, Berita11.com— Upaya penangkalan radikalisme dan sikap intoleransi terus digelorakan di dalam lingkungan kampus. Hal itu menjadi salah satu tujuan Dialog Kebhinekaan bertema Merawat Kebhinekaan guna Mencegah Berkembangnya Radikalisme dan Intoleransi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadyiah Mataram (BEM Ummat) di kampus setempat, Kamis (28/2/2019).
Presiden Mahasiswa Ummat Andi Suratno  menjelaskan, dialog kebhinekaan untuk merefleksikan kembali nilai dan jati diri bangsa Indonesia yang terbentuk atas dasar keberagaman.
“Hari-hari ini ancaman kebhinekaan kita sangat marak terjadi. Radikalisme dan intoleransi sangat marak dipertontonkan di ruang publik. Karena itu, kami sebagai pemuda, mengajak semua elemen bangsa untuk kembali meneguhkan pendirian bangsa, mengedepankan dialog dan akal sehat dalam menyelesaikan problem-problem bangsa,” katanya.
Ia mengatakan, radikalisme dan intoleransi merupakan musuh bersama. “Karena musuh bersama, maka ancaman radikalisme, dan maraknya intoleransi, harus dicegah secara kolektif Pemuda harus menjadi pioner keutuhan bangsa” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam yang hadir dalam dialog kebhinekaan mengatakan, intoleransi pemicu ketidakharmonisan dan konflik kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Rendahnya budaya toleransi dalam bentuk menghargai antarsatu dengan yang lain menjadi pemicu ketersinggungan yang merambah pada konflik antarpersonal, dan meluas pada konflik antarkelompok.
“Polri, TNI, pemerintah, dan segenap lapisan masyrakat harus bersama-sama, bahu membahu, menjaga dan merawat toleransi dalam aspek sosial politik, kemasyarakatan, dan agama,” ujarnya.
Menurutnya,  pemuda adalah regenerasi bangsa. Karena generasi yang akan melanjutkan tongkat kepemimpinan. “Pemuda penting untuk memastikan bahwa intoleransi dan radikalisme harus dicegah, dilawan, secara bersama-sama,” katanya.
Foto Bersama Pemateri Dialog Kebhinekaan Bersama Pengurus BEM UMMAT.

Dikatakannya, Negara Indonesia adalah Negara yang besar, sehingga dalam pelaksanaan pengamanan segala bentuk persoalan membutukan kerja sama dengan seluru elemen masyarakat khususnya mahasiswa yang memiliki daya kritis dan analisis. Pada sisi lain aparat keamanan tetap melakukan pengawalan dan kajian yang maksimal terhadap kasus- kasus yang terjadi, terutama  yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI.  
Pada sesi dialog, Ketua BEM UNTB, Irfan menyatakan bahwa intoleransi merupakan konsekuensi logis kebhinekaan. “Bukan toleransi yang ditumbuhkan, melainkan semangat dalam menjunjung tinggi nilai-niali toleransi yang seharusnya diciptakan. Peningkatan yang dihasillkan, bukan toleransi,” ujarnya.

Selain Kapolres Kota Mataram AKBP Saiful Alam, dialog juga diisi oleh perwakilan Korem/162 WB, Akademisi Ummat Candra M.Pd. Dialog juga menghadirkan peserta dari sejumlah kampus seperti Univesitas Nusa Tenggara Barat. [DY]