Blokade Jalan Raya, Warga Mpolo Desak Pemda Tutup 100 Hektar Lahan Hutan

Iklan Semua Halaman

.

Blokade Jalan Raya, Warga Mpolo Desak Pemda Tutup 100 Hektar Lahan Hutan

Selasa, 12 Februari 2019

Aksi Blokade Jalan Raya oleh Masyarakat Dusun Mpolo Desa Mbuju Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu Mendesak Pemda segera Menutup 100 Hektar Lahan Hutan yang Dibabat unttuk Ekstensifikasi Area Pertanian.

Dompu, Berita11.com— Massa Front Rakyat Menggugat (FRM) yang mengatasnamakan warga Dusun Mpolo Desa Mbuju Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait menutup lahan hutan yang telah dibabat. Massa memblokade jalan raya Lintas Kilo, Selasa (12/2/2019) pagi.

Aksi blokade jalan dikoordinir Ridwan, S.Pd dan Ardiansyah, S.Pd. Massa lebih kurang 100 menutup arus lalu lintas menggunakan batu dan kayu seraya berorasi. Aksi protes juga dilancarkan massa dengan mengusung sejumlah pamflet yang ditulis dalam karton.

Beberapa isi desakan massa dalam poster yang ditulis tangan  di antaranya mata air Kampasi Meci adalah sumber kehidupan kami. Selain itu, Masyarakat Mpolo bersatu untuk mata air Kampasi Meci.  Ada juga tulisan "Polisi lindungi hutan kami" dan terakhir "Pemerintah jangan jadi pecundang".

Massa FPR mendesak  pemerintah daerah menutup kembali lahan seluas 100 hektar yang dibabat dan dikuasai masyarakat Manggelewa, meliputi Desa Lanci dan Rasa Na'e di So Kampasi yang terletak di Dusun Mpolo dan Teropo.

“Kami masyarakat Dusun Mpolo meminta (Pemda) agar menghijaukan kembali gunung dan mata air Kampasi yang sudah dibabat secara liar. Saat ini kami mengalami kekurangan air, akibat pembabatan liar dilakukan oleh masyarakat di luar Desa Mbuju,” ujar Ridwan.

Desakan penutapan lahan hutan untuk aktivitas pertanian karena menyebabkan dampak buruk bagi desa setempat. Apabila tuntutan mereka tidak direspon, massa mengancam akan menggelar aksi lebih masif.

“Jika tuntutan kami tidak terpenuhi dalam jangka waktu satu minggu kami akan melakukan pemblokiran (blokade) jalan Lintas Kilo lebih yang lebih dahsyat lagi,” isyarat Ridwan.

Pada pukul. 10 30 Wita, perwakilan Pemerintah Kecamatan  Kilo dan Desa Mbuju menemui massa dan membuat surat pernyataan kesepakatan bahwa bersedia merealisasikan apa yang menjadi tuntutan warga. Pemerintah Kecamatan Kilo akan  membawa surat berisi desakan warga terhadap Pemkab Dompu. [RIS]