Cegah Pernikahan Dini, DP3A Dompu Gencarkan Sosialisasi Terhadap Siswa

Iklan Semua Halaman

.

Cegah Pernikahan Dini, DP3A Dompu Gencarkan Sosialisasi Terhadap Siswa

Abank poris
Jumat, 22 Februari 2019
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis P3A) Kabupaten Dompu. Foto Ist

Dompu, Berita11.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu Hj. Daryati Kustilawati,  SE, MM terus menggencarkan sosialisasi tentang bahaya pernikahan anak masih usia sekolah atau yang dikenal pernikahan dini.

Seperti yang dilakukan di aula Kecamatan Hu'u pada akhir pekan lalu, Sabtu (16/2/2019). Lewat kesempatan itu, Daryati mengimbau terhadap peserta yang terdiri dari pelajar tingkat SMP dan SMA agar hal itu tidak terjadi lagi karena akan berdampak buruk bagi kesehatan terutama bagi pihak istri dan berpotensi besar terjadinya prahara dalam rumah tangga yang berujung perceraian.

Tak hanya itu, mantan Sekretaris Dinas Dukcapil ini mewanti-wanti agar remaja Hu'u tidak melakukan pernikahan di usia dini yaitu menikah di usia yang masih sangat belia dan masih berstatus sebagai pelajar.

"Pernikahan dini itu akhirnya anak melahirkan anak. Akhirnya anak  menggendong anak," kata dia di hadapan sekitar 150 peserta.

Dikatakan Daryati, para remaja tersebut untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi hingga menjadi sarjana, selanjutnya baru memikirkan untuk mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga.

Kadis P3A kembali menegaskan agar jangan sampai anak-anak remaja di Kecamatan Hu'u mengambil jalan pintas untuk menghindari masalah seperti yang terjadi beberapa waktu lalu bunuh diri dengan cara meminum racun atau sejenisnya. Karena itu, menurut dia, bukanlah langkah yang dibenarkan di dalam menyelesaikan masalah.

"Kalau ada masalah cari solusinya," tegasnya.

Kepada para peserta sosialisasi, Kadis P3A menambahkan, bila ada temannya yang punya masalah maka diharapkan untuk membantunya untuk penyelesaian masalah yang dihadapinya.

Dia juga mengingatkan jangan sampai anak-anak remaja melakukan perbuatan yang negatif seperti mengkonsumsi tramadol dan sejenisnya, melakukan aksi tawuran, pembacokan dan pemanahan karena perbuatan-perbuatan demikian merugikan bagi diri sendiri dan orang lain serta menyusahkan kedua orang tua. [RIS/EMO]