Danrem 162/WB Pimpin Rakor dan Penandatanganan Pakta Integritas bersama Aplikator

Iklan Semua Halaman

.

Danrem 162/WB Pimpin Rakor dan Penandatanganan Pakta Integritas bersama Aplikator

Redaksi Berita11
Jumat, 01 Februari 2019
Danrem 162/ WB Bersama Aplikator dan Pejabat Pemrov NTB saat Penandatanganan Pakta Integritas.


Mataram, Berita11.com— Lebih kurang  30 aplikator yang terdiri dari para pengusaha NTB melaksanakan rapat dan penandatanganan pakta integritas yang disaksikan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han bersama Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Kadis Perkim) Provinsi NTB Ir I Gusti Bagus Sugiharta, MT di kantor BNPB NTB Jalan Catur Warga Mataram, Kamis (31/1/2019).

Usai menggelar rapat, Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan sejumlah media mengucapkan terimaksih kepada media yang tetap eksis membantu pemberitaan.

“Rekan media merupakan bagian dari tim kami untuk membantu memberikan informasi kepada masyarakat tentang proses percepatan rehab rekons di wilayah NTB,” kata Danrem.

Dijelaskannya, pihaknya mengumpulkan para pengusaha yang terlibat sebagai aplikator dalam proses percepatan rehab rekons pembangunan rumah berat untuk menandatangani pakta integritas karena dikejar waktu untuk terus membangun.

Menurut Danrem, penandatanganan dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan para aplikator terkait dengan pengadaan material masing-masing setiap pekan sehingga sesuai kesepakatan dengan  di kantor Gubernur NTB pada saat rapat.

"Para Aplikator ini nantinya akan diberikan dengan jumlah yang sama, namun apabila pekerjaannya selesai tepat waktu atau sebelum waktunya, maka akan kita berikan progres pekerjaan yang lebih banyak. Apabila pekerjan tidak selesai tepat waktu, maka tingkat pekerjaan yang diberikan juga akan dikurangi dan bahkan adanya pemutusan hubungan kerja,” ungkap orang nomor satu di jajaran Korem 162 WB tersebut.  

Setelah ada perjanjian SPK dengan Pokmas, sambungnya, maka material harus segera tiba di lokasi pembangunan berdasarkan permintaan Pokmas paling tidak dua tau tiga hari.

“Masing-masing Kabupaten rumah yang rusak ringan, sedang dan berat berbeda sehingga tidak bisa ditentukan idealnya antara jumlah fasilitator dengan aplikator di lapangan namun harus berupaya untuk memaksimalkan proses percepatan agar rumah cepat jadi,” tegasnya.

Selain itu, Danrem juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menghitung kemampuan masing-masing aplikator untuk bisa menyelesaikan rumah setiap pekan. 

“Awal Februari 2019, kami akan melakukan SPK di masing-masing kecamatan bersama Pokmas, aplikator yang diketahui oleh BRI, Danramil, Kapolsek, Kalak BPBD, PUPR atau Perkim yang ada di wilayah untuk memastikan material setelah adanya perjanjian SPK dengan Pokmas,” pungkasnya.

Sementara salah satu aplikator, Mei dari Sekertaris Coonwood mengatakan dalam satu bulan, pihaknya mengambil jumlah paling kecil sekitar 400 unit rumah, sehingga bisa menyelesaikan 100 unit rumah tipe 36 setiap pekan. Untuk rumah tipe 27 membtuhkan waktu kurang dari sepekan, sehinga bisa mencetak rumah lebih dari 100 unit setiap pekan.

"Rumah tipe 27 dengan satu kamar, satu ruang tamu dan satu kamar mandi dan teras,’ sebutnya.

Untuk teknisi, kata Mei, pihaknya sudah membawa teknisi langsung dari Jakarta karena tidak sembarangan teknisi dalam proses pembuatannya.

Aplikator Risha dari Lombok Tengah, Sahrun menyampaikan workshop tempat membuat panel Risha berada di Desa Aik Buka Kecamatan Batu Kliang Kabupaten Loteng.
Terkait dengan pembayaran rumah Risha, kata Sarun, pihaknya fleksibel dan tidak ada masalah karena pembayaran diterima langsung dari Pokmas.

"Hingga saat ini sebanyak 49 unit rumah yang sudah keluar dari work shop, namun 11 unit yang belum berdiri dan sisanya sudah ditempati oleh pemiliknya,” tutupnya. [MR]