Empat Warga Kabupaten Bima Positif Rabies? Ini Penegasan Dispertanak

Iklan Semua Halaman

.

Empat Warga Kabupaten Bima Positif Rabies? Ini Penegasan Dispertanak

Kamis, 21 Februari 2019
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bima, Ir Abdollah.


Bima, Berita11.com— Kepala Dinas Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Bima, Ir Abdollah menegaskan hingga kini belum ada satupun warga Kabupaten Bima yang positif terpapar rabies. Hal tersebut merujuk data pengujian 19 sampel otak anjing hasil eliminasi yang dikirim Balai Besar Veteriner Denpasar.

“Sampai sekarang tidak ada yang positif rabies. Seluruh sampel yang kita kirim semuanya negatif. Kalau sisa sampel delapan otak anjing belum kita kirim,” ujar Abdollah kepada Berita11.com, Kamis (21/2/2019) sore.

Abdollah juga menegaskan, status Kabupaten Bima belum ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) karena belum ada satupun warga yang terpapar anjing rabies, meskipun terdapat 25 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) meliputi Kecamatan Donggo, Kecamatan Madapangga, Kecamatan Tambora, Kecamatan Sanggar dan Kecamatan Bolo.

“Hasil pemeriksaan laboratorium semuanya negatif. Kalau untuk yang Sanggar dan Tambora baru mau kita kirim,” ujarnya.

Secara terpisah, Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran rabies karena sejumlah wilayah Kabupaten Bima berbatasan langsung dengan Kabuapten Dompu yang sudah berstatus KLB.

Sebelumnya seperti dilansir Tofonews.net, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, dr Nurhandini Eka Dewi, Sp.A menyebut terdapat 21 kasus serangan anjing rabies di Kabupaten Bima. Berdasarkan hasil penelitian laboratorium, empat sampel anjing dinyatakan positif rabies.

Namun pernyataan tersebut kemudian dibantah Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bima, Ir Abdollah. Karena sesuai laporan resmi dinas setempat berdasarkan hasil pengujian terhadap 19 sampel otak anjing dinyatakan negatif sehingga belum ada satupun yang dinyatakan positif terpapar rabies. [US]