Harga Beras Tembus Rp12 Ribu, Sembako Mahal, Warga Desak Disperindag Inspeksi

Iklan Semua Halaman

.

Harga Beras Tembus Rp12 Ribu, Sembako Mahal, Warga Desak Disperindag Inspeksi

Jumat, 01 Februari 2019
Pedagang Pasar Sore Sila Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Foto US.


Bima, Berita11.com— Dua pekan terakhir harga beras kualitas terbaik di sejumlah pasar di Kabupaten Bima menembus harga Rp12 ribu per kilogram (Kg). Tak hanya beras sejumlah sembilan bahan (Sembako) lain seperti cabai, bawang merah dan bawah putih naik drastis. Sejumlah warga pun mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan inspeksi pasar.

Warga Desa Rasabou Kecamatan Bolo, Hadijah mengatakan, harga beras naik sejak dua pekan lalu. Kondisi itu menyulitkan warga kendati kenaikan hanya Rp1.000 dari harga beras kualitas terbaik, IR naik menjadi Rp12 ribu. Namun akumulasi kenaikan itu sangat berdampak terhadap masyarakat.

“Kalau kita beli 100 kilogram itu nyampai Rp1.200.000 karena tentu kita tidak bisa beli sedikit tapi dihitung dari jumlah anggota keluarga. Kalau bisa dinas terkait turunlah ke lapangan berupaya juga mengontrol harga,” katanya di Bolo, Jumat (1/2/2019).

Warga lainnya, Jul berharap pemerintah daerah memerhatikan kenaikan harga Sembako terutama beras. Jangan sampai masyarakat menghadapi berbagai persoalan ekonomi dengan adanya kenaikan harga Sembako, apalagi saat ini masyarakat juga sedang konsen menghadapi Pemilu yang akan digelar April 2019 mendatang.

“Sebenatar lagi mau pemungutan suara. Kiranya hal-hal urgen ini bisa diperhatikan oleh pemangku kepentingan atau pengambil kebijakan. Ini bukan urusan kecil kalau menyangkut harga beras,” katanya.

Kenaikan harga beras diakui pedagang beras dan Sembako di Pasar Sore Sila, Hj Aminah. “Sudah dua minggu ini memang naik harga beras. Untuk kualitas yang terbaik itu harganya sekarang 12 ribu per kilogramnya,” ujarnya.

Selain beras, Sembako lain yang mengalami kenaikan harga yaitu bawang merah kini Rp30 ribu per kilogram dari biasanya Rp20 ribu. Demikian halnya dengan harga tomat kini Rp12 ribu dari biasanya Rp5 ribu per kilogram.

“Semua sudah naik baik beras maupun harga sayur-sayur dan bahan pokok lain,” ujar di Pasar Sore Sila di Desa Kananga.

Pedagang lainnya, Rukayah mengatakan, harga komoditi lain yang mengalami kenaikan yaitu bawang putih, naik dari Rp25 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram. Namun berbeda dengan sejumlah Sembako tersebut, harga merica biji di Pasar Sore Sila turun menjadi Rp70 ribu per kilogram dari biasanya Rp120 ribu per kilogram.

Kendati Kabupaten Bima merupakan salah satu daerah lumbung pangan seperti padi maupun komoditi unggulan bawang merah dan bawang putih, namun saat musim hujan harga Sembako juga menyesuaikan kondisi musim tanam.

Sebelumnya kondisi tersebut sudah diperkirakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima bahwa harga Sembako terutama beras naik saat musim tanam karena berkurangnya cadangan atau stok pangan dalam masyarakat.

Sejauh ini belum ada daftar harga yang dirilis oleh Dinaas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bima yang berdasarkan hasil survei terhadap empat pasar utama di wilayah Kabupaten Bima yaitu Pasar Tente Woha, Pasar Sila, Pasar Sape dan Pasar Wera.  [US]