Ini Progres Penanganan Rabies di Kabupaten Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Ini Progres Penanganan Rabies di Kabupaten Dompu

Jumat, 08 Februari 2019
Suasana Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Virus Rabies yang Dilaksanakan di Pendopo Bupati Dompu.

Dompu, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu terus bergerak meminimalisasi kasus anjing gila penyebab virus rabies. Sejauh ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) sudah memberikan vaksin binatang terhadap 1.600 ekor anjing.

Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin menyebutkan, hingga kini terdapat 500 warga Dompu yang menjadi korban gigitan anjing. Atas dasar laporan itu, tim penanggulangan rabies sudah memberikan vaksin terhadap 1.600 ekor anjing.

“Kami juga sudah mengeliminasi sejumlah binatang anjing di Dompu,” ujar Bupati HBY saat   sosilasisasi pencegahan dan pengendalian rabies di Dompu, Kamis (7/2/2019).

HBY menjelaskan, pemberian ribuan vaksin terhadap anjing untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah korban yang terpapar gigitan aning rabies.

Dikatakannya, saat menerima informasi dan beberapa foto terkait  korban yang digigit anjing rabies, pihaknya langsung bergerak cepat dengan memerintahkan Disnakkeswan melakukan investigasi dan uji petik sampel beberapa anjing  di Kabupaten Dompu.

“Dari hasil analisa terhadap sampel yang sebelumnya dikirim kepada pihak Denpasar menyatakan bahwa anjing anjing itu positif terjangkis virus rabies,” ungkapnya.

Sosilasisasi pencegahan dan pengendalian rabies di Kabupaten Dompu dilaksanakan Direktoral Jenderal Peternakan dan Kesehatan Kementerian Pertanian bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan  Kabupaten Dompu.

Acara  berlangsung  di Pendopo Bupati Dompu dipimpin Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar  drh I Wayan Mase Tenaya MPhil PhD bersama sejumlah dokter hewan termasuk drh asal Negara Spanyol.

Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar  drh I Wayan Mase Tenaya MPhil PhD, menjelaskan, rabies adalah penyakit mematikan yang ditularkan melalui gigitan hewan terutama anjing yang telah terinfeksi virus rabies. Virus rabies  bergerak dari luka gigitan menuju otak, gerakan itu menghabiskan waktu beberapa pekan hingga berbulan-bulan.

“Ketika virus mencapai otak, maka gejala gelaja rabies akan tanpak seperti sakit kepala, mual. Kemudian sensitif terhadap suara-suara gaduh, takut air dan cahaya. Orang yang terinfeksi akan meninggal dalam 14 hari,” jelasnya.

Dia meminta agar warga tidak mengabaikan  luka gigitan sekecil apapun. Penanganan awal yaitu segera mencucuci luka dengan sabun di air mengalir selama 15 menit untuk mengurangi jumlah virus di dalam luka.

I Wayan Mase Tenaya juga meminta warga agar melaporkan setiap kasus gigitan kepada Dinas Kesehatan setempat.  “Segera pergi ke rumah sakit atau Puskemas untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Kenali gejala gejala rabies pada anjing seperti, gejala rabies pada anak anjing sering tidak nampak jelas, jangan abaikan gigitan anak anjing,” sarannya. [RIS]