Jelang UN 2019, SMPN 7 IT Dompu Bersinergi dengan Orang Tua Siswa 

Iklan Semua Halaman

.

Jelang UN 2019, SMPN 7 IT Dompu Bersinergi dengan Orang Tua Siswa 

Abank poris
Kamis, 28 Februari 2019
Suasana rapat pembahasan UN dengan sejumlah orang tua wali Foto Ris

Dompu, Berita11.com - Untuk menghasilkan yang maksimal dalam Ujian Nasional (UN) 2019 yang sebentar lagi akan digelar. SMPN 7 IT Dompu, Kamis (28/2/2019) siang, bersinergitas dengan sejumlah orang tua siswa. Kegiatan tersebut telah berlangsung di dalam ruangan guru dan dihadiri perwakilan Ketua Komite dan kurang lebih 50 orang tua siswa.

Kepala SMPN 7 IT Dompu Hasan, S.Pd lewat kesempatan ini mengatakan, ada beberapa hal yang pernah terjadi dan banyak hal pelanggaran di lakukan oleh siswa dalam lingkungan sekolah bahkan siswa dan siswi banyak yang tidak mempunyai buku catatan.

"Siswa juga melakukan rokok di lingkungan sekolah selain itu siswa juga pernah membawa barang senjata tajam (Sejam, red), sering keluar masuk di kelas lain dan sering terlambat masuk kelas," papar Hasan.

Menurut Hasan, selama menjabat sebagai kepala SMPN 7 IT Dompu banyak hal yang dihadapi dan dijumpai bahkan hal yang miris pun dari ujaran siswa yang seharusnya tidak pantas dilontarkan terhadap dirinya.

"Saya juga pernah dilontarkan kata kata yang kasar oleh siswa kata kata yang tidak pantas diucapkan, tatapi saya bersabar, jika saya bertindak pasti saya terjerat hukum, kami sangat dilema menghadapi ketika terjadi persoalan yang sangat krusial," terang dia.

Berhubung pekan depan siswa dan siswi SMPN 7 IT Dompu, akan menghadapi uji coba, Hasan menambahkan, pihaknya berharap terhadap orang tua wali untuk mempersiapkan peralatan uji coba serta meminta terhadap orang tua wali agar menasehati anak mereka.

"Semoga di hari senin mendatang tidak ada lagi sifat anak anak yang seperti itu. Dan dipersiapkan alat tulis pensil penghapus sehingga tidak adalagi yang meminjan punya temannya," harap Kepala SMPN 7 IT Dompu terhadap sejumlah orang tua siswa.

Sementara itu, salah satu orang tua wali Muhamad Yamin menanggapi, jika ada perbuatan atau perlakuan anaknya yang menurut dia sudah melewati batasan ketentuan sekolah atau sudah melanggar dia lebih sepakat untuk di hukum.

"Jika ada pelanggaran yang terjadi atau dilakukan oleh anak saya. Saya lebih menyetujui dan mengikhlaskan anak saya dihukum," ujar salah satu orang tua wali M. Yamin. [RIS]