Kepala Disnaskestrans; Kecam Para Sponsor Kirim CBMI Ilegal

Iklan Semua Halaman

.

Kepala Disnaskestrans; Kecam Para Sponsor Kirim CBMI Ilegal

Senin, 18 Februari 2019
Salah satu TKW dicegat pihak Kepolisian


Dompu, Berita11.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaskestrans) Kabupaten Dompu Ir. H. Muh. Saiful M.Si mengecam terhadap sponsor yang tega mengirim Calon Buruh Migran Indonesia (CBMI) ke negara luar.

Hal itu disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/02/2019) sekira pukul 12.00 Wita.

Menurut Saiful, dalam hal pengiriman jasa Tenaga Kerja Wanita (TKW) harus diketahui oleh pihak pemerintah, bila para sponsor tidak melakukan pelaporan di Dinas tentu ini adalah sebuah pelanggaran.

”Inilah salah pembuktian ulah sponsor nakal tega melakukan pengeriman TKW illegal," ujar dia dengan nada sedikit geram.

Informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah TKW yang berhasil dicegat oleh aparat kepolisian diduga dari sponsor Rohana yang siap diterbangkan ke Negara Saudi Arabia dengan jumlah sembilan orang, tiga diantaranya warga Desa Adu Kecamatan Hu,u Kabupaten Dompu dan saat ini telah ditangani oleh pihak Mapolsek Manggelewa.

”Ketiga orang ini masih dalam pengamanan pihak Mapolsek Manggelewa, selanjutnya kami akan memanggil Rohana sebagai jasa pengiriman untuk mepertanggungjawabkan atas apa perbuatannya," tegasnya.

Ketiga korban tersebut diketahui inisial SN 23 tahun, NF dan AT warga yang sama yakni Dusun Woro Desa Adu Kecamatan Hu'u.

Sementara itu, salah satu korban SN mengakui bahwa mereka star dari desanya menggunakan mobil Avanza menuju cabang Kodim Dompu bersama dua orang temannya tanpa surat-surat yang jelas (Ilegal). Kemudian menuju ke jakarta menggunakan Bis Surabaya Indah dalam perjalanan mereka tiba-tiba distop oleh beberapa anggota kepolisian.

“Yah, kami masih dalam proses oleh penyidik Reskrim Polsek Manggelewa. Setelah kami diperiksa ternyata kami adalah TKW illegal yang dikirim oleh jasa pengiriman Rohana yang tentunya melanggar hukum,” ungkapnya.

Penuturan yang sama disampaikan NF, dia mengaku kecewa terhadap pihak sponsor setelah mengetahui bahwa dirinya diberangkatkan dengan cara ilegal yang jelas menjual para TKW ke Negara Arab, dia mengeluhkan kelengkapan dokumennya tidak sah.

”Ada dugaan kami menggunakan paspor turis bukan melalui jalur pemerintah daerah Kabupaten Dompu,” ujar dia sedikit nada sedih.

Dikatakan NF, saat dicegat oleh pihak kepolisian dia mencoba menghubungi via telpon genggamnya pihak sponsor Rohana namun tidak mau menerima panggilan maupun membalas sms darinya.

”Andaikan kami mengetahui ini adalah TKW illegal pasti kami menolaknya,” tuturnya.

Sebelumnya, mereka tertarik dengan tawaran bekerja sebagai klining serfis dan mereka dijanjikan akan menerima gaji per bulan senilai Rp7 juta.

Sementara pihak penyidik yang hendak diwawancarai belum berani memberikan pernyataan karena masih ada atasannya yang bisa memberikan keterangan.

”Maaf pak wartawan silahkan konfirmasi kapolsek dan saat ini beliau sedang berada di Polres Dompu guna mengikuti rapat,” kata Kanit Reskrim Polsek Manggelewa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sponsor Rohana belum berhasil dikonfirmasi. Pasalnya pihak terkait masih dalam upaya pencarian. [RIS]