Atap TK Pertiwi Roboh Butuh Sentuhan Pemerintah

Iklan Semua Halaman

.

Atap TK Pertiwi Roboh Butuh Sentuhan Pemerintah

Abank poris
Kamis, 28 Februari 2019
Gedung Sekolah TK Pertiwi gambar dari depan. Foto RIS

Dompu, Berita11.com - Kondisi atap dan plafon ruang sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi di Kelurahan Bada Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu sebagiannya roboh. Bagaimana tidak? Sekolah yang didirikan pada tahun 1984 kemudian direhab pada tahun 2004 silam ini terlihat sudah usang dan lapuk.

Peristiwa itu terjadi pada Desember tahun 2018 kemarin, Beruntungnya kejadian tersebut pada siang hari setelah melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sehingga tidak ada yang korban jiwa.

Pasca peristiwa itu, para siswa dan siswi terpaksa melaksanakan KBM di luar gedung sekolah menggunakan tenda darurat yang diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Dompu.

Tak hanya itu, bangunan fisik sudah berpuluhan tahun yang juga merupakan sekolah TK yang pertama kali ada di Kabupaten Dompu hingga saat ini belum banyak mengalami perubahan, kondisinya pun sangat memprihatinkan. Hal ini sangat dimbutuhkan sentuhan atau uluran tangan dari Pemerintah Daerah.

Wakil ketua Komite Iwan Sakral yang juga menyandang predikat sebagai wartawan cukup terbilang senior ini pada Berita11.com mengatakan, peristiwa tersebut sudah disampaikan ke Bupati Dompu bahkan Sekertaris Daerah Drs, H. Agus Bukhari SH. M.Si, namun hingga saat ini belum ada tindaklanjut.
Atap dan Plafon sekolah TK Pertiwi yang roboh pada bulan Desember 2018 kemarin

"Tanggal 4 Januari kami sudah mengajukan permohonan bantuan ke pak Bupati secara resmi dengan melampirkan foto foto kondisi sekolah dan surat pengaduan lisan kepada Sekda begitu juga kabag humas sudah berkunjung namun hingga saat ini belum ada respon," ujar pria yang sudah empat tahun menjabat sebagai wakil Komite di sekolah tersebut, Rabu (27/2/2019) sore.

Secara terpisah, Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin melalui Kepala Bagian hubungan kemasyarakatan dan protokol Setda Dompu Muhammad Iksan, ST.MM (Papi Iron) mengatakan, setelah mendapat laporan tersebut pihaknya langsung turun meninjau dan berkoordinasi dengan pihak pihak terkait agar proses KBM terus berlanjut.

"Upaya cepat yang bisa kami lakukan adalah menyiapkan ruang belajar darurat, kita koordinas dengan BPBD kemudian Dinas Sosial yang memilki terop sehingga dalam beberap waktu dari BPBD dan Dinas Sosial memasang tenda darurat agar proses belajar mengajar terus berjalan sambil kami terus berupaya untuk menemukan solusi cepat dalam hal penanganan perbaikan kerusakan itu," tuturnya.
Memprihatinkan suasana KBM siswa dan siswi TK Pertiwi

Terkait dengan keuangan untuk perbaikan itu, lanjut Papi Iron, semua butuh proses yang harus dilewati. "Urusan ini tidak mudah seperti kita membalikan telapak tangan semuanya butuh proses, alur keuangan tentu punya tahapan yang harus dilewati," jelasnya.

Menurut dia, Kalau hanya perbaiki berdasarkan tingkat kerusakan saja sama halnya mengulang kembali kerusakan berikutnya jadi pemerintah akan mempertimbangkan untuk diperbaiki secara keseluruhan namun itu butuh proses.

"Pemerintah setidaknya akan melakukan renofasi besar besaran tentu mengukuhkan dukungan anggaran yang kuat dan itu yang menjadi bahan pertimbangan pemerintah," ucap dia. [RIS]