Sat Polair Polres Dompu Gelar QW Program 1 Penertiban dan Penegakan Hukum

Iklan Semua Halaman

.

Sat Polair Polres Dompu Gelar QW Program 1 Penertiban dan Penegakan Hukum

Rabu, 20 Februari 2019
Suasana kegiatan Quick Wins di di Desa Finis Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu. Foto Ist.

Dompu, Berita11.com - Satuan Polisi Airud (Polairud) Polres Dompu menggelar Quick Wins (QW) Program 1 (satu), penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila, Selasa (19/2/2019) siang sekira pukul 11.04 Wita.

Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Finis Desa Finis Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu yang dipimpin Kasat Pol Airud IPTU H. Sudarman, S.Sos didampingi tiga orang anggota Sat Pol Airud yakni Brigadir Muhammad Alauddin, Kemudian Brigadir Fajhrien N. Hidayatullah dan Briptu Zulkifli Putra Utama.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa setempat Hidayat Hamzah, SH, Sekertaris Desa Johansyah, S.Sos, Kepala Dusun Finis Jaidin serta desa setempat. Selain itu, Bhabinkamtibmas Briptu Wahyudin, Kanit Binmas Polsek Hu'u, Bripka M. Yusman, tokoh Masyarakat, tokoh Agama, tokoh Pemuda dan Sejumlah masyarakat nelayan pesisir yang ada di desa tersebut.

Kasat Polairud IPTU H. Sudarman, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan terhadap masyarakat tentang pentingnya memahami Pancasila.

"Berkaitan dengan bahaya penyebaran faham radikalisme dan anti pancasila dapat mewaspadai dan mengantisipasi keberadaan faham ini,” kata Kasat Pol Airud.


Dikatakan Sudarman, pemahaman radikalisme dan anti pancasila tidak hanya terjadi di luar negeri seperti kelompok ISIS saja. Melainkan juga telah merasuk dalam tatanan kehidupan masyarakat di Indonesia.

“Beberapa waktu lalu, pernah terjadi eksodus kelompok yang dilarang berada di Indonesia khususny di dompu tapi kita bersyukur, keberadaan faham tersebut dapat ditangani hingga tidak berkembang di masyarakat,” imbuhnya.

Karenanya, lanjut Sudarman, ia mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat khususnya di desa tersebut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan dan pengaruh faham-faham radikalisme dan anti pancasila. Selain itu, ia menegaskan terhadap masyarakat agar selalu mawasdiri dan melakukan kontrol sosial terhadap lingkungannya.


“Makanya, ketika masyarakat menemukan adanya kelompok-kelompok atau ormas yang menyimpang hendaknya segera dilaporkan kepada aparat berwenang agar segera dilakukan penanganan dan penindakan,” tegasnya.

Terkait penanganan terhadap kelompok radikalisme dan anti pancasila itu sendiri, Kasat Pol Airud kembali mengingatkan agar masyarakat selalu mengedepankan proses hukum.

"Masyarakat jangan mudah terprovokasi dan main hakim sendiri. Karena, tindakan itu tidak mencerminkan perilaku masyarakat yang taat hukum," isaratnya. [RIS]