SMPN 2 Dompu Siap Hadapi UNBK Secara Mandiri

Iklan Semua Halaman

.

SMPN 2 Dompu Siap Hadapi UNBK Secara Mandiri

Kamis, 21 Februari 2019
Kepala SMPN 2 Dompu Efendi, S.Ag setelah memberikan keterangan pers. Foto AF

Dompu, Berita11.com - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019 sebentar lagi akan digelar sebagian sekolah baik ditingkat SMPN maupun SMAN diseluruh Kabupaten Dompu. Tentu pihak sekolah telah mempersiapkan segala kebutuhan baik sarana maupun prasarananya.

Salah satunya SMP Negeri 2 Dompu, Kabupaten Dompu. Jelang UN sekolah tersebut siap menghadapi UNBK secara mandiri, selain sarana dan prasarana tentu para siswa telah diberikan pembekalan khusus dengan memberikan pelajaran tambahan dan simulasi sejak jauh jauh hari.

Kepala SMPN 2 Dompu Efendi S. Ag, mengatakan sistim UNBK memang dinilai sangat merepotkan, pasalnya pihak sekolah harus menyediakan sarana atau prasarana yang cukup memadai, namun jika tidak mampu menyediakan perlengkapan terpaksa menumpang pada sekolah lain apalagi tahun ini sekolah tersebut kali pertamanya melaksanakan UNBK secara mandiri.

"Berat sebenarnya UNBK ini. Apalagi baru pertamakalinya, kita sudah mempersiapkan ruangan, pemasangan alat server, klayer, jaringan internet dan sebagainya, karena kapasitas kebutuhan siswa yang banyak, terpaksa sebagian siswa kami rencana numpang ruangan SMA 3 Dompu," kata Kepala SMPN 2 Dompu, Selasa (19/2/2019) pagi.

Demi tercapainya pelaksanaan UNBK yang akan dilaksanakan, lanjut Efendi, dan berjalan sesuai dengan harapan maka apa yang menjadi kekurangan dapat dikondisikan oleh pihak pemerintah sesuai surat yang pernah diajukan beberapa waktu lalu.

"Kami pihak sekolah sudah bersurat sejak januari kemari, dan mudah-mudahan surat kami segera didisposisikan, agar kami dapat melaksanakan UNBK dan tidak harus menumpang pada sekolah lain," harapnya.

Dikatakan Efendi, meskipun tergolong sulit dan ribet ujian dengan cara UNBK, namun pandangannya dinilai sangat efisien ketimbang ujian tulis menurut para guru yang sudah berpengalaman.

"Memang pada awal pelaksaannya sangat sulit dan ribet, namun setelah berjalan dua hingga tiga tahun semua terasa mudah dalam melaksanakannya," tandasnya. [AF]