Tangan Kreatif Tiga Pemuda Dompu Hasilkan Kerajinan Mahal dari Limbah Akar Kayu

Iklan Semua Halaman

.

Tangan Kreatif Tiga Pemuda Dompu Hasilkan Kerajinan Mahal dari Limbah Akar Kayu

Rabu, 06 Februari 2019
Tangan-Tangan Terampil Adlun dan Kawan-kawan, Pemuda Dompu Menghasilkan Kerajinan Ukir Bernilai Tinggi.


Dompu, Berita11.com— Limbah akar kayu tidak selamanya dibuang dan dibakar. Dengan tangan ketiga pria ini yakni Adlun, Sapta Prabu dan Imam, warga Dusun Saleko Desa Sorisakolo Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu, limbah akar kayu disulap menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.

Awalnya ketiga pemuda ini tak langsung menjadi pengrajin. Ide awal mereka muncul saat bermancing di laut, setelah melihat tumpukan limbah akar kayu jati yang pernah dilewatinya di sebuah perkebunan warga. Sejak saat itulah mereka mulai mengembangkan seni kerajinan tangan mereka dengan mengawali membuat meja ukir yang unik dan indah.

Seiring berjalannya waktu, mereka juga membuat kursi, tempat penyimpanan bingkai foto, hiasan pajangan dinding rumah berupa rumah-rumahan yang sudah diukir.

“Semuanya terbuat dari bahan limbah akar kayu jati,” kata Adlun saat ditemui Berita11.com di tempat kerjanya, Selasa (05/02/2019).

Menurut Adlun, limbah dari akar kayu jati memang mudah didapatkan. Hanya saja untuk mendapatkan limbah tersebut tidak mudah. Namun  membutuhkan mesin untuk memotong sehingga menjadi kendala bagi dia dan kawan-kawannya. 

Dua Produk Kerajinan  Ukir dari Tangan Adlun dan Kawan-Kawan. Foto Poris Berita11.com. 

“Untuk bahan limbah dari akar kayu jati memang tidak ada kesulitan untuk didapatkan. Karena di sekitar perkebunan warga banyak yang berseraka sisa potongan dari perusahan meubel hanya saja senso yang menjadi kendala kami,” tutur dia.

Untuk mencapai hasil yang maksimal, ketiga pria yang juga memilki keterampilan tangan yang sama ini, saling kompak dan menukar pendapat, baik dalam bentuk ukiran maupun dalam menyelesaikan kerajinan.

“Kami bertiga kebetulan memilki basic yang sama, masing-masing mempunyai keahlian dibidang ini yaitu tukang kayu,” ucapnya.

Di tempat yang sama Sapta Prabu, yang juga rekan kerjanya  mengatakan, siapapun manusia memiliki keahlian masing masing. Demikian juga Pemuda Dompu, tidak selamanya hasil karya seni itu identik karya warga luar daerah.

“Hanya saja kita yang tinggal di daerah selalu memuji orang luar seperti Jawa, Lombok, Bali yang dibanggakan. Kami juga putra asli Dompu memiliki kemampuan setara dengan hasil karya ukir dengan daerah lain,” ujarnya.

Berbicara seni dan kreatif ukir kayu pria yang satu ini yang juga merupakan binaan dari pengrajin  senior Hamid Musti atau biasa dikenal Hima Tato sudah beberapakali mengikuti pemeran seni dari mulai tingkat kabupaten hingga tingkat nasional.

“Saya belajar seni ukir ini dari guru saya dan saya beberapakali pernah mengikuti pentas kontes pameran seni di luar daerah seperti Jakarta, Bandung dan Bali,” jelas Sapta Prabu.


Tak Kalah dengan Hasil Tangan Pengrajin Pulau Dewata, Para Pemuda Dompu Hasilkan Kerajinan Ukir Berkualitas.
Pengrajin lainnya, Imam menuturkan mengenai alat yang mereka gunakan untuk mengembangkan seni dan kreatif mereka adalah alat seadanya.

“Jujur saja, kami mengalami kekurangan alat. Jika kami memiliki alat lengkap tentu dalam hal pekerjaan kami tidak kalah hebatnya dengan tukang kayu dari Jepara atau dari Kota Dewata (Bali),” ungkapnya.

Untuk mengembangkan hasil karya mereka, Imam  berharap khususnya pemerintah daerah membantu perlatan berupa mesin   modern. Jika itu terwujud Imam dan kawan-kawannya akan merekrut anggota baru. Harapannya sekaligus  bisa mengurangi angka pengangguran dan memacu talenta generasi muda.

“Jika kami memiliki alat yang lebih bagus tentu kami akan memikirkan merekrut tenaga lain. Dan bahkan tidak menutup kemungkinan akan mengajarkan anak muda supaya menjadi tukang kayu moderen, mudah-muhan pemerintah bisa melihat apa yang menjadi kekurangan kami,” harapnya. [RIS]