Tiga Tahun Melati Digarap Ayah Tiri, Ibu Kandung Lapor Polisi

Iklan Semua Halaman

.

Tiga Tahun Melati Digarap Ayah Tiri, Ibu Kandung Lapor Polisi

Redaksi Berita11
Selasa, 12 Februari 2019
Ilustrasi. (Ist).


Dompu, Berita11.com Seorang pelajar yang masih duduk di bangku SMP kelas 3 berusia 15 tahun, Melati (bukan nama sebenarnya) diduga dicabuli ayah tirinya HMN (53 tahun) berulang kali selama tiga tahun terakhir. Aksi bejat itu terjadi saat ibu melati berada di luar negeri menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Ironisnya, HMN yang tega menggarap Melati tak lain merupakan seorang marbot masjid. Belakangan perbuatan bejat warga Dusun Mustika Desa Banggo Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu tersebut tercium ibu kandung korban, JBD (45 tahun) setelah kembali dari luar negeri. Bahkan pelecehan seksual tersebut dilaporkan JBD dan Melati kepada pihak Polres Dompu sejak 28 Januari 2019 lalu.

Melati mengaku, peristiwa pelecahan seksual yang dialaminya terjadi sejak usianya 12 tahun,  ketika masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Ibu kandungnya JBD,  berada di luar negeri ketika menjadi TKW sejak tahun 2006 lalu.

Saat kali pertama melancarkan aksi bejatnya, sang ayah tiri  masuk ke dalam kamar Melati dan meminta berhubungan badan, namun seketika Melati menolak. Atas penolakan itu membuat HMN bertindak kasar dan mengancam Melati dengan sebilah pisau.

Tak sampai di situ, Melati diancam akan dibunuh sehingga Melati tak berdaya. Kondisi rumah yang lengang, tanpa orang selain mereka berdua membuat HMN leluasa melakukan aksinya bejatnya menyetubuhi Melati layaknya suami istri.

Aksi itu terus berulang hingga Melati duduk di kelas 3 SMP. Setiap melakukan aksinya, HMN selalu mengeluarkan ancaman.

“Saya digauli sejak umur 12 tahun waktu saya masih kelas 1 SMP, saya tinggal serumah dengan bapak tiri saya,” ujar Melati kepada Berita11.com di kediaman keluarganya di  Dompu, Senin (11/02/2019) malam.

Melati menceritakan, meskipun ibu kandungnya sudah pulang dari luar negeri dan tinggal bersama. Namun tak menyurutkan HMN melaukan aksi bejatnya. Pria paruh bayah itu  nekat memanfaatkan kesempatan yang ada.

Karena tidak tahan atas perlakuan ayah tirinya, akhirnya Melati mengadukan kejadian itu kepada ibunya.

“Saya diancam dibunuh bila saya berteriak atau memberi informasi kepada orang lain. Terakhir dia ingin gauli saya pada tanggal 21 Januari, karena saat itu saya sedang menstruasi akhirnya dia tidak jadi melakukan itu,” ceritanya.

Sementara itu, ibu kandung Melati  mengaku semenjak pulang kerja dari luar negeri pada Agustus 2018 lalu, seolah tidak percaya apa yang diberitahukan oleh anaknya karena mengingat keseharian suaminya sangat rajin beribadah.

Namun aksi tidak senonoh HMN yang melakukan onani di hadapan anaknya ketika mereka menonton televisi membuat JBD semakin yakin bahwa bapak sambung anaknya memang bejat.

Laporan berkaitan dugaan pencabulan Melati oleh ayah tirinya teregistrasi di Polres Dompu dengan nomor LP/38/I/2019/NTB/Res.Dompu, 28 Januari 2019. [RIS]