Tim Sergab Mabes TNI Sosialisasi Serapan Gabah Kepada Babinsa Kodim 1608 Bima

Iklan Semua Halaman

.

Tim Sergab Mabes TNI Sosialisasi Serapan Gabah Kepada Babinsa Kodim 1608 Bima

Kamis, 14 Februari 2019
Sosialisasi Tim Sergap Mabes TNI AD kepada Babinsa di Wilayah  Kodim 1608/ Bima.


Bima, Berita11.com— Setelah melaksanakan sosialisasi di Kabupaten Dompu, Tim Sergab Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabes TNI AD) melaksanakan kegiatan yang sama, sosialisasi terhadap para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 1608/ Bima di Gedung Seni dan Budaya Kota Bima, Kamis (13/2/2019).

Sosialisasi yang dihadiri 200 orang tersebut dipimpin Ketua Tim Sergab Mabes TNI AD, Kolonel Arm Julius Yolly Suawa.   

Hadir dalam kegiatan tersebut, Tim Sergap Mabes TNI AD Kolonel Inf Edy Roecmahtulloh dan Kolonel Inf Bambang Sulistiantoro. Selain itu, Mayor Inf Jalal Bin Saleh, Pasi Ter Korem 162 WB, Dandim 1608 Bima yang diwakili Kasdim Mayor lnf Hardani dan Kasub Bulog Harisun.

Kasdim 1608 Bima, Mayor Inf Hardani mengatakan pihaknya dari Kodim 1608 Bima terutama Babinsa selalu menjalin kerja sama dengan pihak manapun termasuk Bulog.

Sementara itu, Kepala Bulog  Harisun mengatakan, sosialisasi untuk memberikan cara penyerapan gabah sesuai SOP Bulog sehingga ada persamaan presepsi berkaitan serapan gabah yang ada di Bulog.

“Standar beras yang harus diambil oleh Bulog Kadar air beras 14 persen, menir 2 persen, pecahan 20 persen, hama kotoran 10 persen, kadar air yang baru dipanen 20 persen, kadar air gabah yang sudah kering 14 persen dan hama kotoran 3 persen,” katanya.

Bulog dan Babinsa ke depan diharapkan selalu bersinergi dalam berkomunikasi supaya sejalan dengan tugas di lapangan. Pihak Bulog memberikan kesempatan kepada para Babinsa yang mengembangkan usahanya.


“Untuk harga gabah yang diambil oleh Bulog senilai Rp 4700 per kilogram. Harga beras Rp8300/ kilogram,” sebut Kepala Bulog.

Ketua Tim Sergab Mabes TNI AD, Kolonel Arm Julius Yolly Suawa mengatakan, tugas yang diberikan kepada TNI  sangat berat. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh Babinsa harus bekerja keras demi tercapai tujuan yang maksimal.

“Untuk tugas Babinsa yang ada di lapangan agar tetap melakukan kerja sama dengan petani dan Bulog supaya target yang kita capai harus maksimal. Pada saat panen kita mengharapkan kepada Babinsa melakukan pendekatan kepada pihak petani supaya mau menjual hasil taninya kepada pihak Bulog,” katanya.

Selain itu, Babinsa yang berada di lapangan diharapkan selalu melaksanakan komunikasi agar tugas yang diemban  bisa tercapai. Adapun  target beras di Kota Bima dan Kabupaten Bima sebanyak 25000 ton.

“Babinsa mulai dari bulan Januari, Februari dan Maret 2019 agar selalu bekerja sama dan berkoordinasi dengan pihak Bulog agar serapan gabah ini bisa sukses sesuai target. Untuk pemerintah Kota dan Kabupaten Bima selama tahun 2019 ini, bisa mengtargetkan beras masuk ke Bulog sebanyak 120.000 ton. Babinsa harus bisa bekerja maksimal dalam penanganan gabah,” katanya.

Dalam sesi kegiatan tanya jawab, Danpos Madapangga Pelda Ruslan meminta hihak Bulog membuat peraturan  sesuai SOP yang ditargetkan oleh Bulog sendiri.

“Pihak Bulog agar bisa memberikan modal untuk petani, agar hasil taninya ke depan bisa langsung diambil oleh pihak Bulog itu sendiri. Dari pihak Bulog supaya melakukan standarnisasi terkait harga gabah,” katanya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Bulog  Harisun menjelaskan  untuk dapat mengambil  gabah harus sesuai dengan peaturan yang ada dan apabila tidak sesuai dengan peraturan maka akan ada temuan oleh tim dari pusat.

“Tahun lalu pihak Bulog sudah melakukan sosialisasi terkait pemberian modal kepada petani tapi hasilnya tidak sesuai yang di harapkan. Kami dari pihak Bulog tidak bisa melakukan atau melangkahi peraturan pemerintah dari pusat,” katanya.

Ditegaskannya, apabila pihaknya melenceng dari peraturan yang ada, maka akan ditegur oleh Bulog Pusat.  “Kami dari pihak Bulog memang harus membeli hasil petani, itu harus sesuai dengan stadar yang ada,” katanya. [MR]