Tingkatkan Nilai Kebangsaan, Anggota MPR RI Kembali Gelar Sosialisasi Empat Pilar

Iklan Semua Halaman

.

Tingkatkan Nilai Kebangsaan, Anggota MPR RI Kembali Gelar Sosialisasi Empat Pilar

Redaksi Berita11
Jumat, 01 Februari 2019
Anggota MPR RI, H Muhammad Syafrudin ST MM Foto Bersama Warga Usai Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.


Dompu, Berita11.com— Lebih dari 200  tokoh agama, tokoh pemuda, takoh masyarakat, mahasiswa, kepala desa dan ibu-ibu antusia mengikuti sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (Fraksi PAN) H Muhammad Syafrudin, ST.MM yang digelar di Aula kantor Desa Bara Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Kamis (31/1/2019) malam.

Anggota DPR RI/ MPR RI H Muhammad Safrudin hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memaparkan Pancasila sebagai dasar dan idiologi Bangsa Indonesia, UUD,  1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa.

Dalam pertemuan kali ini, Syafrudin menjelaskan bahwa MPR RI wajib melakukan sosialisasi empat pilar. Hal itu guna memelihara nilai-nilai kesatuan dan persatuan dalam kehidupan berbangsa. Selain itu, agar mengantisipasi timbulnya pemahaman yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Anggota MPR RI diwajibkan mensosialisasikan empat pilar dan menceritakan tentang Pancasila kepada seluruh warga Negara Indonesia di manapun berada, bukan hanya di daerah pemilihan saya, bahkan sampai di luar negeri. Tujuannya agar tidak ada kesalah pahaman yang membuat kita konflik sehingga terpecah belah,” katanya.

Dijelaskannya, bahwa nilai kehidupan berbangsa dan bernegara telah diatur dalam Pancasila. “Pancasila ada sila pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Semua sila sudah mengatur kehidupan bangsa dan bernegara dari Sabang sampai Merauke. Pancasila ini lah yang mengatur kita semua,” jelasnya.

Selanjutnya ia menjelaskan, UUD 1945 juga telah mengatur hak dan kewajiban setiap warga negara. Oleh karena itu, setiap rakyat Indonesia wajib memahaminya.

“Setelah Pancasila, ada UUD 1945 yang mengatur pasal-pasal mulai dari pasal pertama, kedua, ketiga sampai seterusnya mulai dari aturan peralihan sampai menjadi aturan baku, semuanya sama. Pancasila, UUD semua sama mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Nilai keempat lanjut Syarifudin adalah Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia selalu memberi gambaran bahwa kita punya suku yang berbeda, agama berbeda, tetapi dengan hadirnya Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“Bhineka Tunggal ika, meskipun putih orang Manado, hitam orang Irian, orang Jawa, Sulewesi semua tetap satu yaitu Indonesia,” paparnya.

Menurutnya, berkurangnya pemahaman Pancasila ditambah tantangan era keterbukaan, mendorong masuknya berbagai pemahaman agama yang sempit. Hal itu merasuk ke dalam diri. 

Dikatakan Ketua DPP PAN ini,  jika masyarakat sudah memahami ketiga poin tersebut maka akan mengenal NKRI.

“Kalau kita sudah memahami Pancasila, UUD NRI 1945, Bhineka Tunggal Ika, maka siapapun yang ada di Indonesia, kita akan kenal dan mengerti Negara Kesatuan Republik Indonesia,” urainya. [RIS]