Warga Bajo Resah, Sepekan Enam Kambing Hilang Diembat Pencuri

Iklan Semua Halaman

.

Warga Bajo Resah, Sepekan Enam Kambing Hilang Diembat Pencuri

Redaksi Berita11
Rabu, 06 Februari 2019
Ilustrasi Pencuri Ternak. Orginal Picture Kanal Aceh.


Bima, Berita11.com— Dua pekan terakhir warga Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima menjadi korban aksi pencurian ternak kambing dan sapi. Bahkan dalam sepekan terakhir sedikitnya ada enam kambing warga setempat yang diembat pencuri.

Persoalan tersebut tentu saja membuat warga setempat resah. Mereka mendesak petugas terkait dan pemerintah desa segera bersikap, misalnya dengan mengaktifkan poskamling atau ronda malam.

“Termasuk kambing saya juga yang dicuri, kambing besar sampai sekarang belum ditemukan. Dua hari kemarin juga kambing saya sudah diangkut, tapi untung ada warga yang lihat dan lepas kambing jika tidak mau dihakimi warga,” ujar Didi Hidayat, warga Dusun Nanga Lere Desa Bajo, Senin (4/2/2019).

Menurut dia, aksi pencurian ternak sudah membuat warga resah. Masalahnya selama ini desa setempat nyaris tidak pernah menjadi sasaran aksi pencurian. Apalagi kini aksi pencurian dilakukan hingga dalam lorong gang. “Kambing yang dicuri itu di lorong gang. Kemarin di dusun sebelah sapi warga juga yang dicuri. Sudah banyak yang jadi korban dan warga di sini sudah sepakat kalau ketemu pencurinya lihat saja nanti,” ujarnya.

Tak hanya warga, sejumlah perangkat RT juga menjadi korban aksi pencurian ternak di desa setempat. “Termasuk kambing Ketua RT juga yang dicuri. Kami semua sudah kesal, kalau ketemu pencurinya nanti bisa bahaya. Kalau warga sudah kesal semua,” katanya.

Di lokasi yang sama, warga lainnya Andi Gunawan meminta aparat terkait mengatensi kasus pencurian di desa setempat. “Jangan sampai nanti timbul warga main hakim sendiri. Karena sebelumnya pernah pencuri sepeda motor dihakimin hingga mati. Kalau bisa segera ditangkap pencurinya biar masyarakat tidak semakin resah,” ujarnya.

Bapak dua anak ini mengaku, pernah melihat pencuri kambing yang melintas menggunakan sepeda motor saat subuh. Ketika itu warga setempat yang juga ibu rumah tangga memergoki saat pencuri saat memuat kambing, kemudian meneriki pencuri itu.

“Saya keluar rumah karena tetangga teriak ada pencuri kambing, sekitar 70 meter jaraknya setelah masjid. Si pencuri itu sempat ingin belok menuju ibu itu, mungkin dia mau lukai ibu itu. Tapi untung saya langsung keluar rumah dan tunjukin parang dan saya bilang ke sini kamu kalau berani? Maksud saya untuk menggertak pencuri itu agar nggak belo arah untuk melukai ibu itu,” ujar Andi.

Menurut mantan Panwas Desa di Kecamatan Soromandi ini, persoalan kriminal berupa aksi pencurian ternak yang membuat resah warga dapat mengganggu stabilitas di wilayah menjelang Pemilu 2019.

“Apalagi kita dengar ada rencana mau main hakim sendiri para pemuda. Sekiranya kalau bisa petugas cepat menangkap pencuri kambing dan sapi warga,” harapnya.

Dikatakannya, aksi pencurian kambing dan sapi milik warga memiliki dampak positif karena masyarakat setempat dapat meningkatkan kewaspadaan. 

“Selama ini kan sering kambing dan sapi dibiarkan liar begitu saja hingga malam hari sampai di jalan raya,tidak diikat. Padahal itu dapat mengundang pencuri. Bahwa di desa ini gampang untuk mencuri. Ini kan jadi pelajaran bagi masyarakat agar mengurus ternaknya dan tidak lagi melepas sembarangan,” katanya. [RD]