Warga Dorotangga Keluhkan Drainase Dangkal dan Tersumbat

Iklan Semua Halaman

.

Warga Dorotangga Keluhkan Drainase Dangkal dan Tersumbat

Abank poris
Senin, 25 Februari 2019
Drainase yang dangkal dan tersumbat air mengakibatkan bauh tidak sedap. Foto AF

Dompu, Berita11.com - Sejumlah warga lingkungan Dorotoi Kelurahan Dorotangga, Kecematan Dompu Kabupaten Dompu NTB, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta samping perempatan depan Sekretarian DPRD Dompu mengeluhkan drainase yang dangkal dan tersumbat yang mengakibatkan genangan air hingga bauh tak sedap

Salah satu warga setempat Nursina, wanita 38 tahun, kepada warta­wan mengatakan, drainase itu sudah lama tersumbat, karena di dalamnya banyak sekali sampah yang mengapung dan tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan berbagai penyakit seperti demam berdarah dan lain lain.

"Genangan air ini berminggu minggu, kami di sekitar ini diserang dengan bauh yang tidak sedap kadang merasa kesal juga sih," ujarnya saat didatangi di kediamannya, Senin (15/02/2019).

Sementara itu, dua warga lainnya yakni Iwan Kurniawan pria 42 tahun, dan Yanti wanita 29 tahun, mengaku, selain menghirup bau tak sedap setiap hari warga di sekitar itu selalu resah apabila hujan turun. Pasalnya luapan air dari drainase tersebut akan masuk ke pemukiman mereka.

"Bukan hanya ini, ketika hujan mengguyur wilayah dompu sudah pasti luapan air yang di drainase ini akan masuk di dalam rumah kami dan ini yang menjadi ancaman kami," ucap Iwan.

Sejumlah warga di sekitar lokasi tersebut sangat berharap terhadap pemerintah agar menindak lanjuti supaya hal itu tidak berdampak kepada warga.

"Harapan kami terhadap pihak pemerintah agar bisa mengatasi hal ini secepatnya, karena ketika dibiarkan akan berdampak buruk bagi kami," harapnya.

Secara terpisah, Pemerintah Pekerjaan Umum melalui Kepala Bidang Cipta Karya Indra Gunawan St, yang di temui Berita11.com di ruangan kerjanya mengakui bahwa drainase disekitar itu memang kerap terjadi genangan air.
Kepala Bidang Cipta Karya Indra Gunawan St. Foto AF

"Permasalahanya luapan air tersebut dikarena derasnya air yang dari wilaya Dorotangga, wilayah tersebut dataranya sangat tinggi, hal itu kami sudah melihatnya," akuinya.

Indra menjelaskan, genangan air tersebut merupakan saluran sekunder yang ada depan Polres Dompu, kemudian menuju saluran umum yang ada di lingkungan Pelita dan Bada, sehingga titik akhirnya menuju sungai Rabalaju.

"Kami mengakui semiditasi air yang dari Dorotangga itu cukup deras dan tinggi, hal itu mengakibatkan lapisan tanah itu menutupi drainase tersebut sehingga mengakibatkan luapan air itu masuk ke pemukiman warga," jelasnya.

Dikatakannya, dalam waktu dekat pihaknya akan memperbaiki saluran drainase bukan hanya di situ saja, pemerintah berupata akan memaksimalkan semua drainase got dan lain lain yang tersendat di berbagai tempat.

"Terkait dengan persoalan ini kami akan melakukan penanganan secepatnya, seperti saluran yang tersumbat agar air yang ada di sekitar itu bisa kembali lancar seperti sebelumya termasuk di tempat tempat lain," tandasnya. [AF]