40 Tenaga Terampil Jasa Konstruksi Ditatar Bagian AP Setda Kabupaten Bima

Iklan Semua Halaman

.

40 Tenaga Terampil Jasa Konstruksi Ditatar Bagian AP Setda Kabupaten Bima

Selasa, 19 Maret 2019
Wakil Bupati Bima, Drs H Dahlan M Noer M.Pd Memasang Perlengkapan Kerja kepada Peserta Pelatihan Tenaga Terampil Jasa Konstruksi yang Digelar di Aula Kantor Bupati Bima, Senin (18/3/2019).

Bima, Berita11.com— Sebanyak 40 tenaga terampil jasa konstruksi terdiri dari berbagai profesi bidang konstruksi seperti tukang besi beton, tukang pasang bata, tukang bangunan gedung, tukang pasang ubin, tukang pasang plester dari Kecamatan Woha ditatar Bagian Administrasi Pembangunan (AP) Setda Kabupaten Bima, Senin (18/3/2019).

Pelatihan yang digelar oleh Bagian AP Setda Kabupaten Bima tersebut bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah 4 Surabaya, Balai Jasa Konstruksi Provinsi NTB. Tujuannya dalam rangka mewujudkan struktur usaha yang kokoh, andal, berdaya saing tinggi, dan hasil yang berkualitas. 

Wakil Bupati (Wabup) Bima Dahlan M.Noer yang hadir memberikan arahan kepada peserta pelatihan. Wabup mengatakan berkaitan keberadaan sarana dan prasarana infrastruktur pembangunan yang terlihat saat ini tidak terlepas dari upaya yang dilakukan oleh para tenaga terampil.

Para tenaga terampil atau tukang tersebut membangun sarana dan prasarana. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan mutu pembangunan itu sendiri, pemerintah daerah melalui Bagian AP Setda Kabupaten Bima melaksanakan pelatihan bagi tenaga terampil.

“Sehingga dengan adanya pelatihan ini diharapkan para tenaga terampil akan mendapatkan materi maupun ilmu terkait dengan tata cara melakukan pekerjaan pembangunan yang berkualitas,” ujarnya seperti dikutip Kasubag Informasi dan Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Zainuddin SS.

Pemerintah Daerah menganggap penyelenggaraan konstruksi harus menjadi komitmen sungguh-sungguh para penyelenggara kegiatan pembangunan konstruksi.  Hal itu agar hasil pembangunan infrastruktur dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan fungsi dan unit sarana dan prasarana pembangunan yang dibangun.

“Sehingga menuntut para tenaga terampil ini agar dapat melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai dengan perencanaan yang matang dan tidak asal–asalan,” ujar Dahlan.

Pelatihan yang diberikan bagi tenaga terampil dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kapasitas tenaga terampil yang bekerja di bidang jasa konstruksi sehingga mengetahui cara melaksanakan pekerjaan pembangunan  dengan memerhatikan mutu atau kualitas.  

Dahlan mengatakan, dalam menjalankan kewajiban sebagai tenaga kontruksi bangunan, tenaga terampil tersebut harus memiliki sertifikat, yang mana keberadaan sertifikat mengamanatkan para tenaga terampil tersebut memiliki keahlian yang tidak diragukan lagi dalam melaksanakan dan membangun proyek pembangunan.

Menurutya, keberadaan tenaga terampil pada bidang usaha jasa konstruksi saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pembangunan yang direncanakan, sehingga dengan adanya sertifikat maka proses pembangunan yang dikerjakan tidak lagi diragukan.  “Karena mereka telah diberikan pelatihan dan pendidikan terkait dengan proses pembangunan yang dilaksanakan dalam mengerjakan sebuah proyek pembangunan,” katanya.

Wabup Dahlan juga berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, meningkatkan kompetensi tenaga terampil. Output yang diharapkan mendapatkan ilmu pengetahuan berkaitan tata cara melaksanakan dan mengerjakan pembangunan yang bekualitas. 

Sementara itu, Kabag Administrasi Pemerintahan Setda Bima Soewandi, ST, MT dalam laporan menjelaskan,  pelatihan bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahunatata cara melaksanakan pengerjaan dengan baik, sehingga hasil yang dikerjakan dapat meningkatkan mutu dan kualitas pembangunan yang dikerjakan.

Selain itu, setelah mengikuti pelatihan, para tenaga terampil akan diberikan sertifikat. “Para tenaga terampil ini akan dipakai keahliannya dalam mengerjakan pembangunan dalam suatu proyek pembangunan,” katanya.

Soewandi berpesan kepada para tenaga terampil agar dapat mengikuti pelatihan dengan sebaik– baiknya dalam rangka mendapatkan ilmu yang diberikan oleh para tutor terkait tata cara mengerjakan pembangunan dengan baik dan benar.  

Kepala Balai Jasa Konstruksi wilayah 4 Surabaya, Indra Sulistrio menyampaikan dengan adanya pelatihan bagi tenaga kerja yang bersertikat diharapkan memiliki kemampuan daya saing serta mendapat upah yang tinggi.

Sertifikat tidak hanya merupakan kewajiban yang diamanatkan Undang- Undang Jasa Konstruksi,tetapi harus juga ada manfaatnya bagi tenaga di sektor konstruksi,” katanya.
Dikatakannya, keberadaan sertifikat kompetensi kerja merupakan tanda bukti pengakuan kompetensi tenaga kerja konstruksi. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mewajibkan setiap pengguna jasa dan penyedia jasa untuk mempekerjakan tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat kompetensi kerja. Undang-Undang ini juga memuat sanksi jika kewajiban tidak dilaksanakan, yakni dikenai sanksi penghentian sementara jasa konstruksi. 

Menurutnya, dengan adanya pelatihan bagi tenaga terampil, memberi arah pertumbuhan dan perkembangan jasa konstruksi guna mewujudkan struktur usaha yang kokoh, andal, berdaya saing tinggi, dan hasil yang berkualitas. 

Momentum pelatihan ditandai penyerahan secara simbolis alat pelindung kerja diri dari Kepala Balai Jasa Konstruksi wilayah 4 Surabaya Indra Sulistrio dan dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kepada Wakil Bupati Bima Dahlan M Noer dan diserahkan secara simbolis kepada dua peserta pelatihan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Balai Jasa Konstruksi wilayah 4 Surabaya, Kepala Balai Jasa Konstruksi Provinsi NTB, Kepala BPJS ketenagakerjaan Kabupaten Bima, Kabag Lingkup Setda Bima, Kepala OPD, Camat Woha serta para tenaga terampil yang berasal dari kecamatan Woha. 


Direncanakan pelatihan akan digelar dua hari, 18-19 Maret 2019 di aula kantor Bupati Bima. 

Tenaga pengajar berasal dari Kepala Balai Jasa Konstruksi wilayah 4 Surabaya, Kepala Balai Jasa Konstruksi Provinsi NTB, Kepala BPJS ketenagakerjaan Kabupaten Bima, Kabag Administrasi Pembangunan serta jajaranya lingkup Setda Kabupaten Bima. [AN]