Anak Kampung di Kabupaten Bima Dilatih tentang Pasar Kampung Online

Iklan Semua Halaman

.

Anak Kampung di Kabupaten Bima Dilatih tentang Pasar Kampung Online

Selasa, 26 Maret 2019
Pemaparan oleh Narasumber saat Pelatihan Pasar Kampung Online dalam Rangka Peningkatan Sumber Daya Manusia Kelompok Informasi Masyarakat yang Digelar di Aula PKK Kabupaten Bima, Senin (25/3/2019).


Bima, Berita11.com— Puluhan anak kampung yang tergabung dalam citizen journalist (CZ) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Bima dilatih tentang Pasar Kampung Online oleh Dinas Komunikasi, Informatika (Diskominfo) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Diskominfostik Kabupaten Bima, Senin (25/3/2019).

Pada pelatihan yang digelar di Aula PKK Kabupaten Bima tersebut, Diskominfo Provinsi NTB menghadirkan narasumber yang sudah malang melintang market lokal, regional, nasional hingga internasional setelah berhasil mengembangkan produk lokal jamu Sasambodo dan sejumlah produk kesehatan, Nasrin H Muhtar dari Komunitas Tangan di Atas (TDA), putra asli Kilo Kabupaten Dompu.

Inisiator Kampung Media dan Pasar Kampung Online yang juga Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Desiminasi Informasi Dinas Kominfo Provinsi NTB, Fairuz Abadi SH menjelaskan, sejak awal pemerintah provinsi memiliki konsep terarah terencana dan terukur dalam mengembangkan KIM.

Semula dari konsep tersebut secara terarah sudah terlaksana melalui Kampung Media, kemudian dilanjutkan dalam konsep terencana yaitu kampung online melalui pasar kampung online.


“Kampung besar itu sudah mulai pasar online. Yang kedua kali ini saya mengajak dengan seseorang yang sudah memanfaatkan teknologi itu Pak Nasrin. Sisi cahaya itu tidak dikenal tapi tetap menerangi. Kami menghadirkan orang yang berhasil di ekonomi kreatif,” ujar Fairuz.

Dijelaskannya, pada tahap ketiga mendatang, Dinas Kominfo Provinsi NTB akan menciptakan aplikasi untuk mendukung berbagai aktivitas KIM dari semula Kampung-Media. 

“Sejak 2009 sampai 2011 kampung media sudah berhasil mendongkrak dari sisi bertutur menjadi menulis. Walaupun belum maksimal sudah ada hasilnya. Di tahun lalu saya menyampaikan Kampung Media itu mandiri berubah konsepnya menjadi KIM, tetapi kami tetap back up di provinsi,” ujarnya.

Mantan wartawan SCTV ini juga menjelaskan, sudah banyak pihak yang bergabung dalam portal informasi terbuka Kampung Media, dari warga biasa, para birokrat, pemerintah desa, sekolah hingga aparat TNI dan Polri. Karena Kampung Media adalah yang paling bertanggungjawab dalam menyebarkan informasi.

“Kenapa Kampung Media bergerak, karena Kampung Media itu tidak boleh berhenti. Nanti akhir akhir tahun akan diberikan literasi. Kampung Media diberikan untuk menghimpun anak-anak yang punya masalah dengan media,” katanya.

Fairuz menambahkan, pada tahun 2019 berbagai kegiatan Kampung Media atau KIM akan dilaksanakan secara terbuka oleh Dinas Kominfo Provinsi NTB. Bahkan pendaftaran peserta kegiatan akan dilaksanakan terbuka melalui media sosial sehingga formulir pendaftaran dapat diunduh melalui google doc.

Diskominfo Provinsi NTB juga mengagendakan temu kreatif pelajar seluruh NTB. “Kenapa terbuka, ini untuk melihat hanya orang-orang serius yang akan mengikutinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfostik Kabupaten Bima, Abdul Wahab Usman M.Si mengajak seluruh warga kampung yang merupakan anggota dan pengurus KIM di Kabupaten Bima mengikuti dengan baik pelatihan pasar kampung online yang digelar OPD setempat dan Diskominfo Provinsi NTB.

“Kami berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan baik. Ini supaya masyarkat cerdas membaca, menulis dan memahami sesuatu. Apalagi era sekarang hoaks sudah sebegitu parah, hampir hampir tak dapat bisa dibedakan antara hoaks dan berita asli,” katanya.

Kegiatan juga dihadiri Kepala Kampung Media Kabupaten Bima yang sudah berhasil meniti karir di legislatif, anggota DPRD Kabupaten Bima dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) M Hariyadin, S.Sos. [US]