Bayang Gagal Panen di Depan Mata, Petani di Belo Merana

Iklan Semua Halaman

.

Bayang Gagal Panen di Depan Mata, Petani di Belo Merana

Selasa, 19 Maret 2019
Kondisi Padi Petani Kecamatan Belo Kabupaten Bima Pasca Diterjang Luapan Banjir, Sabtu (16/3/2019). Foro AD

Bima, Berita11.com— Luapan banjir akibat intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Bima dan sekitar Sabtu (17/3/2019) tak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur. Luapan banjir juga merusak tanaman padi milik petani di Kecamatan Belo dan Palibelo Kabupaten Bima.

Sejumlah petani harus merasakan getirnya bencana saat tanaman padi tinggal menghitung hari untuk dipanen.

Petani di Desa Roka Kecamatan Belo, Idhar mengungkapkan, selain merendam pemukiman warga, luapan banjir menyebabkan tanaman padi milik petani rebah. Akibatnya, para petani dipastikan gagal panen.

“Semuanya sudah hancur. Ada lebih dari enam hektar lahan sawah yang berisi padi siap panen rusak direndam banjir,” ujar Idhar kepada Berita11.com di Belo, Minggu (17/3/2019).

Menurutnya, curah hujan tinggi Sabtu lalu juga menimbulkan ruas Jalan Lintas Roi-Roka terendam. Demikian juga sawah-sawah milik petani yang tak jauh dari ruas jalan tersebut. kondisi itu disebabkan karena tingginya debit air di saluran.

“Paritnya tidak mampu menampung air hujan dan banjir yang meluap. Apalagi di sawah itu semua sudah tergenang air dan padi sudah rebah,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Tarman, petani asal Desa Roka Kecamatan Belo. Ia hanya bisa menatap padi yang rusak terendam banjir. Padahal tanaman itu beberapa hari lagi akan dipanen.

“Semua tanaman padi milik saya dan petani lainnya sudah rusak diterjang luapan banjir. Padahal kami sebentar lagi mau panen,” ujarnya.

Sementara itu, petani lainnya, Arda berharap ada bantuan pemerintah daerah untuk meringankan beban kerugian yang ditanggung petani setempat akibat musibah banjir. [AD]