BEM STIH Muhammadiyah Bima Gedor Polres Bima dan Kantor Pemkab

Iklan Semua Halaman

.

BEM STIH Muhammadiyah Bima Gedor Polres Bima dan Kantor Pemkab

Selasa, 19 Maret 2019
Aksi Massa BEM STIH Muhammadiyah Bima Mendesak Polres Bima dan Pemkab Bima Serius Mengatensi Kasus Pengadaan Obat Senilai Rp3,6 Miliar oleh Dikes Kabupaten Bima. Foto Ahmad Berita11.com.



Bima, Berita11.com— Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (BEM STIH) Muhammadiyah Bima menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Bima dan kantor Pemkab Bima, Senin (18/3/2019). Massa mendesak aparat kepolisian serius menangani kasus dugaan kebocoran anggaran negara pada pengadaan obat Rp3,6 miliar oleh Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima.

Secara bergantian perwakilan massa melakukan orasi di depan gerbang utama Mapolres Bima meminta Unit Tipikor setempat menangani kasus dugaan kebocoran anggaran negara pengadaan obat tersebut.

Setelah menggelar orasi lebih kurang satu jam, tuntutan massa ditangaggapi Kanit Tipikor Polres Bima, IPDA Hari Purnoma yang mengisyaratkan bahwa aparat kepolisian serius menangani kasus tersebut.

Usai menggelar demo di depan Mapolres Bima, massa melanjutkan aksi di depan kantor Pemkab Bima di Godo Dadibou Woha. Massa menuntut Kepala Dikes Kabupaten Bima, dr Gani Kristanto bertanggungjawab terhadap dugaan masalah dan kerugian negara pada pengadaan obat Rp3,6 miliar.

Dalam orasinya, Korlap BEM STIH Muhammadiyah Bima, Alifurkan meminta Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, menangani serius segala tuntutan massa.

“Kami meminta pada Pemerintah Daerah Kabupaten Bima melalui Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE agar mencopot Kadis Kesehatan yang sudah menyalahgunakan wewenang,” katanya.

Aksi massa yang berlangsung lebih kurang dua jam di depan kantor Pemkab Bima ditanggapi langsung oleh Kepala Dikes Kabupaten Bima, Dr H Ganis Kristanto dengan menyampaikan klarifikasi berkaitan tuntutan massa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabuapten Bima, dr  Ganis Kristanto Didampingi Aparat saat Menyammpaikan Klarifikasi di Hadapan Massa.

Namun jawaban Ganis tidak memuaskan massa. Tak berlangsung lama kemudian, massa BEM STIH Muhammadiyah Bima membubarkan dairi dan mengisyaratkan menggelar aksi gabungan dengan BEM se-Kota Bima dan se-Kabupaten Bima. [AD]