Protes Penanganan Air Bersih, Warga Selaparang Blokir Jalan

Iklan Semua Halaman

.

Protes Penanganan Air Bersih, Warga Selaparang Blokir Jalan

Senin, 18 Maret 2019
Warga Selaparang saat melakukan pembelokiran jalan lintas H. Abubakar. Foto AF

Dompu, Berita11.Com - Hampir dua tahun warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih dari Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Dompu, buntut penanganan tersebut massa dari Dusun Selaparang Desa Matua  Kecematan Woja Kabupaten Dompu melakukan aksi blokade jalan lintas H Abubakar, Senin (18/03/2019) pagi.

Massa yang berjumlah puluhan itu melakukan pemblokiran jalan sambil berorasi mengunakan kayu dan membangun tenda di tengga ruas jalan serta memasak di dalamnya.

Koordinator lapangan (Korlap) Muhamad Syaiful, S.Pd dalam orasinya pihaknya mengaku selama mengalami krisis air bersih pihak tetap melakukan pembayaran tiap bulan layaknya konsumen yang lancar dialiri air bersih dari pihak PDAM.

"Selama ini kami hanya diam dan menerima begitu banyak alasan terhadap pihak pemerintah PDAM ketika kami menanyakan tentang air bersih berbagai macam alasan, sementara iuran tiap bulan kami tidak pernah tinggalkan," teriak Syaiful dalam orasinya.

Mereka tidang menginginkan dengan berbagai alasan dari pihak PDAM yang mengatakan pipa patah akibat banjir, air kotor akan diberi kapur atau alasan alasan lainnya.

Pintu air yang dicabut massa aksi

"Kami sudah bosan dengan alasan PDAM dengan memberikan solusi adanya kekeringan air yang kami alami selain itu pihak PDAM telah melakukan tindakan sepihak dengan mencabut meteran dan memotong pipa secara sepihak tanpa sepengetahuan warga," ujar Syaiful.

Massa menginginkan Direktur PDAM Kabupaten Dompu Agus Supandi, SE untuk segera menemui massa untuk berdialog terkait kekeringan air bersih yang dialami mereka. Selain itu,  meminta agar pihak PDAM memasang kembali semua meteran yang dicabut dan segerah dilakukan pemutihan.

Namun tidak ada satupun dari pihak PDAM yang datang untuk menemui massa, akibatnya massa melakukan pemberontakan dengan mencabut pintu masuk bak air sehingga terpisah dari tiangnya.

Beberapa saat kemudian setelah melakukan orasi dan pengerusakan pintu air tersebut sekira pukul 13.30 Wita salah satu perwakilan PDAM bagian lapangan Soni hadir menemui massa dan berjanji persoalan tersebut akan disampaikan ke atasannya.

"Kami akan sampaikan kepada pimpinan kami dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengalirkan air tersebut," janjinya.

Diakui Soni pipa memang patah akibat banjir yang menghantam dan sejumlah warga yang dicabut meterannya PDAM berjanji akan melakukan pemutihan.

"Memang betul, sekaran pipa kami patah akibat banjir. Dan untuk ke tujuh orang yang kami cabut meteranya akan kami putihkan asalkan membayar tunggakan sebagian dari 3 tahun tidak membayar rekening air tersebut," pintanya. [AF]