Dari 85 Kasus Gigitan Anjing, Lima Warga Sumbawa Positif Terjangkit Rabies

Iklan Semua Halaman

.

Dari 85 Kasus Gigitan Anjing, Lima Warga Sumbawa Positif Terjangkit Rabies

Selasa, 19 Maret 2019
Ilustrasi.


Sumbawa Besar, Berita11.com— Hingga pekan kedua Maret 2019 tercatat 85 kasus gigitan anjing di Kabupaten Sumbawa. Dari puluhan kasus tersebut, lima warga positif terjangkit virus rabies.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Ir Surya Darmasyah menyebutkan, gigitan hewan penular rabies tersebut terjadi di sembilan kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Dari 85 kasus itu, terjadi di 19 tersebut. 13 kasus terjadi di Kecamatan Sumbawa dan Kecamatan Tarano, 5 di antaranya positif rabies. Kemudian 7 kasus terjadi di Kecamatan Labuhan Badas Kecamatan Utan, 6 kasus terjadi di Kecamatan Lunyuk, 5 kasus terjadi di Kecamatan Empang dan Kecamatan Plampang.

Selain itu, 4 Kasus terjadi di Labangka, Lape, Moyo Hulu dan Kecamatan Moyo Hilir, 3  kasus terjadi di Kecamatan Rhee, 2 kasus terjadi di Kecamatan Lopok, Buer dan Kecamatan Alas serta 1 kasus terjadi di Kecamatan Unter Iwes, Lenangguar, Batu Lanteh dan Kecamatan Alas Barat.

Surya menjelaskan, kasus gigitan HPR terebut lebih sering terjadi pada anak usia kurang dari 11 tahun yakni 23 kasus. Kemudian usia lebih dari 50 tahun sebanyak 17 kasus, usia 31 sampai  40 tahun sebanyak 13 kasus, usia 41 sampai 50 tahun sebanyak 12 kasus, usia 11 sampai 20 tahun sebanyak 11 kasus, dan usia 21 sampai 30 tahun sebanyak 9 kasus.

Selain itu, kasus gigitan HPR yang terjadi di Sumbawa lebih didominasi perempuan yakni sebanyak 43 orang atau 51 persen kemudian laki-laki sebanyak 42 orang atau 49 persen.
Surya menambahkan, kasus HPR tersebut paling banyak terjadi pada minggu kelima semenjak didapatkan adanya kasus gigitan HPR pada minggu pertama yakni pada Senin, (28/1/2019) lalu.

“Dari data yang kami peroleh pada minggu pertama yakni pada (28/1) sampai (3/2) terjadi 4 kasus, kemudian pada minggu kedua yakni pada (4/3) sampai (10/2) terjadi 8 kasus, minggu ketiga yakni pada (11/2) sampai (17/2) terjadi 10 kasus, minggu keempat yakni pada (18/2) sampai (24/2) terjadi 12 kasus, minggu kelima yakni pada (25/2) sampai (3/3) terjadi 25 kasus, minggu keenam yakni pada (4/3) sampai (10/3) terjadi 15 kasus dan minggu ketujuh yakni pada (11/3) sampai (17/3) terjadi  11 kasus gigitan HPR,” ujar Surya. [MN]