Dihadang Pendemo, Dirjen TP Kementan Gagal Panen Jagung di Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Dihadang Pendemo, Dirjen TP Kementan Gagal Panen Jagung di Dompu

Redaksi Berita11
Senin, 11 Maret 2019
Suasana Aksi Massa Menghadang Pejabat Kementerian Pertanian RI yang Akan Melaksanakan Panen Raya Jagung di Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Massa Kecewa karena Harga Jagung tak seperti yang Dijanjikan Pemerintah.

Dompu, Berita11.com— Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Dirjen TP Kementan) Republik Indonesia diinformasikan gagal melaksanakan panen raya jagung  di So Sori Ka’da Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu lantaran dihadang aksi blokade jalan raya yang dilakukan pemuda Desa Serakapi dan Desa Saneo Kabupaten Dompu, Senin (11/3/2019) pagi.

Kepala Desa Serakapi Kecamatan Woja, Sastromijoyo H Darsyad di sela aksi massa menyampaikan pihaknya menerima  informasi batalnya Dirjen TP Kementan menghadari panen raya jagung di Dompou dari Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Dompu.

“Saya mendapat informasi dari Kabag Humas bahwa panen raya batal dilakukan,” ungkap Joyo.

Sejak pagi sekira pukul 07.00 Wita, massa Aliansi Masyarakat Desa Serakapi dan Desa Saneo menggelar demo dan memblokade jalan raya.

Massa menuntut kebijakan pemerintah agar menaikan harga jagung Rp5. 000 atau minimal Rp4. 500 dan harga kering panen Rp3. 500.

“Harga jagung sangat merugikan petani hanya 3.300 dan basah Rp. 2. 200. Untuk bayar utang di bank saja tidak cukup, “ teriak Jaidin, S. Pd saat menggelar orasi di lokasi blokade jalan di Kabupaten Dompu.


Menurutnya, desakan tersebut merujuk janji Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin ketika peresmian Dam Mila Kabupaten Dompu yang menyatakan harga jagung Rp5.000.

“Bupati H Bambang menyampaikan waktu peresmian Dam Mila harga jagung 5 000. Sekarang mana buktinya ?,” tanyanya.

Secara terpisah, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Dompu, M Ikhsan belum menjawab pertanyaan wartawan terkait informasi batalnya Dirjen TP Kementan melaksanakan panen raya jagung  di So Sori Ka’da Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu sehubungan adanya blokade massa menolak kehadiran pejabat tersebut. [RIS]