Dikes: Selama Tahun 2018, 633 Warga Terpapar Tuberkulosis

Iklan Semua Halaman

.

Dikes: Selama Tahun 2018, 633 Warga Terpapar Tuberkulosis

Selasa, 19 Maret 2019
Ilustrasi. 



Sumbawa Besar, Berita11.com—Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa mencatat 633 kasus Tuberkulosis  (TB) terjadi di Kabupaten Sumbawa sepanjang tahun 2018 lalu. Kasus TB terbesar terjadi di Kecamatan Sumbawa yakni 123 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dikes Kabupaten Sumbawa, Anak Agung Ngurah Ketut Riyadi, SKM, M.Kes menyebut, setelah Kecamatan Sumbawa, kasus TB terbesar disusul  Kecamatan Labuhan Badas 62 kasus, Moyo Hilir 51 kasus, Alas 46 kasus, Empang 40 kasus, Alas Barat 31 kasus, Utan 30 kasus, Plampang 29 kasus, Lape 23 kasus, Lopok dan Moyo Hulu 22 kasus, Maronge 22 kasus, Buer 19 kasus.

Selain itu, Moyo Utara 16 kasus, Lunyuk 14 kasus, Tarano 10 kasus, Batu Lanteh dan Rhee 8 kasus, Labangka 7 kasus, lantung 5 kasus serta di Kecamatan Ropang, Lenangguar,  dan Kecamatan Orong Telu terjadi 2 kasus TB.

“Dari 633 kasus yang ada, 417 penderitanya adalah laki-laki kemudian perempuan yang menderita TB tidak sebanyak laki-laki yakni 216 penderita. Selain itu juga dari 633 penderita TB 10 diantaranya adalah anak-anak dar usia 0 sampai 14 tahun,” ujar Agung ketika dikonfirmasi wartawan usai pertemuan Penguatan Sistem Transportasi Spuntum Kabupaten Sumbawa dengan seluruh Puskemas  di Aula Koperasi Dikes Kabupaten Sumbawa Jumat, (15/3/2019) lalu.

Dikatakannya, sebagian besar penderita TB adalah laki-laki. Penyakit TB merupakan penyakit menular yang banyak menyebabkan penderitanya meninggal dunia, kemudian penyakit TB tersebut disebabkan kuman TB yang dapat menular melalui udara.

“Secara umumnya TB ini ditularkan melaui udara, bisa saja melalui batuk, flu, bersin-bersin dan semacamnya. Kemudian TB juga dapat dicegah melalui imuninasi dan penyehatan lingkungan seperti rumah yang bersih dan pola hidup sehat,” jelas Agung. [MN]