Dupont Lannate Kembali Menelan Korban Pelajar di Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Dupont Lannate Kembali Menelan Korban Pelajar di Dompu

Kamis, 21 Maret 2019
Korban pelajar SMAN 2 Kempo setelah minum racun Dupont Lannate. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Dupont Lannate jadi topik trend diperbincangkan sebagai bahan untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri. Dupont Lannate kini kembali menelan korban pelajar kelas II di SMAN 2 Kempo berinisial SR wanita 16 tahun warga di sebuah desa di Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu.

SR menghembuskan nafar terakhirnya di Puskesmas Kecamatan Kempo sekira pukul 23:50 Wita, setelah minum racun tersebut di kamarnya, Rabu (20/3/2019) malam.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kempo IPTU Yuliansyah melalui Kepala Sub-bagian Hubungan Kemasyarakatan Polres Dompu IPTU Sabri, SH mengatakan, peristiwa naas dialami SR ini berawal dari cekcok mulut dengan sang ibu kandungnya.

"Berdasarkan keterangan ibu kandungnya inisial SHR bahwa sebelumnya korban cekcok dengan ibu kandungnya terkait masalah piring yang jatuh di dapur rumah mereka kemudian ibunya menanyakan apa yang jatuh dan dijawab oleh korban piring, dengan suara tinggi sambil membentak ibunya, kemudian ibunya memarahi korban karena sikapnya tersebut tidak sopan," jelas Sabri.

Tak lama kemudian, lanjut Sabri, korban masuk kamar dan sekitar 15 menit, ibunya mendengar suara kejang-kejang dan ibunya masuk melihat korban ternyata korban sudah tergeletak di samping tempat tindurnya dan ibunya melihat satu bungkus obat hama tersebut dan obat tersebut telah dicampur air putih ke dalam gelas.

"Melihat kejadian itu, ibunya memberi tahu suaminya beserta tetangga, kemudian orangtuanya bersama warga setempat mencoba memberikan korban air kelapa dengan tujuan menyelamatkan korban akan tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil," terang Kasubbag Humas.

Akibat tidak perubahan dengan tawaran air kelapa, Sabri menambahkan, kedua orang tua korban dibantu sejumlah warga membawa korban ke Puskesmas Kempo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Sekitar 1 jam korban dirawat di Puskesmas Kempo, korban meninggal dunia, selanjutnya korban di bawah kembali ke rumah orang tuanya dan dikebumikan pagi ini," ucap Sabri.

Sementara, Kapolsek Kempo IPTU Yuliansyah, saat dihubungi via telpon WhatsApp pagi ini mengatakan, dengan maraknya peristiwa bunuh diri dengan cara minum racun ini pihaknya sangat berharap adanya peran serta semua pihak, karena menurut dia, kalau dibiarkan semakin banyak generasi bangsa yang jatu korban.

"Kejadian ini sudah sangat memprihatinkan masalah sepele saja sudah mengambil jalan pintas, bisa jadi lemahnya iman seseorang dan kurangnya bimbingan di dalam terapkan ajaran-ajaran bernuansa agama, maka dari itu, saya sangat berharap terhadap baik pada pemerintah maupun semua puhak untuk segera bertindak demi menyalamatkan generasi bangsa," harapnya. [RIS]